Mahasiswa Mappi UNJ Jelajahi Budaya Betawi dan Sejarah Jakarta dalam Kunjungan Edukatif

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Perluas Kolaborasi Program Mobilitas Internasional 2026,…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Peserta Disabilitas Nyaman Ikuti UTBK di UNJ, Relawan Beri Pendampingan Penuh

Ormawa dan Opmawa UNJ Hadiri Pengukuhan dan Rakernas IKA UNJ Periode 2026–2030

Mifdatul Azahra, Atlet Renang Berprestasi yang Raih Predikat Wisudawan Terbaik FIKK UNJ

Buktikan Diri sebagai Kampus Berdampak, UNJ Tuai Pujian dan Undangan Kolaborasi dari Berbagai Pihak

Wujudkan Visi Kampus Berdampak, UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian Masyarakat Program EQUITY LPDP

Jakarta, Humas UNJ – Mahasiswa program kerja sama Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan Pemerintah Kabupaten Mappi, Papua Selatan, melanjutkan rangkaian kegiatan pengenalan budaya Nusantara melalui kunjungan edukatif ke Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dan kawasan Kota Tua Jakarta, Minggu (30/11/2025).

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya, di mana mahasiswa Mappi telah mempelajari keragaman budaya Indonesia melalui tur ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan memahami simbol-simbol kebangsaan di Monumen Nasional (Monas). Rangkaian kegiatan dirancang sebagai pembelajaran kontekstual agar mahasiswa semakin mengenal Indonesia dari sisi budaya dan sejarah.

Lala Siti Sahara, penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung tentang keberagaman budaya Indonesia.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin mahasiswa Mappi merasakan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia, khususnya Jakarta. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga berinteraksi, bertanya, dan merasakan sendiri keberagaman budaya yang ada,” ujarnya.

Rombongan memulai kegiatan dengan mengunjungi Museum Betawi Setu Babakan. Para mahasiswa mempelajari pakaian adat, rumah tradisional, kuliner, dan sejarah masyarakat Betawi. Suasana belajar berlangsung aktif karena banyak mahasiswa menunjukkan ketertarikan pada materi yang disampaikan pemandu.

Setelah tur museum, peserta mengikuti workshop kuliner tradisional Betawi, yaitu pembuatan es selendang mayang dan kembang goyang. Mereka mencoba proses pembuatannya secara bergiliran dan menikmati hasilnya. Kegiatan semakin hangat ketika peserta berkeliling Setu Babakan dan mencicipi kue rangi, makanan berbahan sagu yang mengingatkan mereka pada sagu beroncong, kuliner khas Mappi.

Antusiasme mahasiswa menjadi perhatian khusus bagi Lala.
“Saya senang melihat antusias teman-teman Mappi. Mereka aktif bertanya, mencoba kuliner Betawi, dan menemukan persamaan dengan budaya di Mappi. Ini yang membuat pembelajaran budaya menjadi hidup dan bermakna,” tuturnya.

Pada sesi berikutnya, mahasiswa menuju Kota Tua Jakarta untuk mengunjungi Museum Bank Indonesia dan Museum Sejarah Jakarta. Mereka mempelajari perkembangan kota dan sejarah ekonomi nasional, serta berdiskusi dengan pemandu wisata mengenai transformasi Jakarta dari masa kolonial hingga modern.

Kegiatan ditutup dengan menikmati konser musik di kawasan Kota Tua. Para mahasiswa ikut menari ketika lagu-lagu dari wilayah timur Indonesia dimainkan, menciptakan suasana kebersamaan dengan pengunjung lain.

Lala berharap pengalaman ini memberi dampak positif bagi pengembangan wawasan mahasiswa.
“Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa memperluas wawasan mereka tentang Indonesia serta menumbuhkan rasa percaya diri sebagai bagian dari keberagaman bangsa. Mereka belajar banyak hal hari ini, bukan hanya soal budaya, tetapi juga pengalaman sosial,” katanya.