Mahasiswa UNJ Laysa Latifah Raih Norma WGM pada Olimpiade Catur FIDE 2026

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Mahasiswa UNJ Laysa Latifah Raih Norma…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Humas dan IP UNJ Raih Penghargaan Gold dan Silver di Ajang The 8th Anugerah Humas Indonesia 2026

SPs UNJ Dorong Pemanfaatan AI yang Berpusat pada Manusia dalam Pendidikan

BP3 UNJ Sambut Delegasi Capitol University Filipina dalam Program Pertukaran Mengajar SEA Teacher Batch 14

SPs UNJ dan UNIMED Jalin Kerja Sama Pengembangan Linguistik Terapan

Mahasiswa Mappi PGSD FIP UNJ Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris Melalui English Camp Interaktif di Puncak Bogor

JAKARTA, Humas UNJ – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di kancah internasional. Laysa Latifah, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ sekaligus pecatur putri Indonesia bergelar Woman International Master (WIM), berhasil meraih norma Woman Grandmaster (WGM) pada Olimpiade Catur FIDE ke-46 yang berlangsung pada 16–27 September 2026 di Samarkand, Uzbekistan.

Laysa tampil membela tim putri Indonesia dalam ajang yang diikuti tim-tim dari berbagai negara tersebut. Ia mencatatkan performa impresif dengan meraih 8 poin dari 10 pertandingan. Catatan Chess-Results juga mencantumkan Laysa sebagai salah satu pemain yang memperoleh norma WGM pada Olimpiade Catur 2026.

Performa Laysa terlihat konsisten sepanjang kompetisi. Salah satu hasil penting diraihnya pada babak kesembilan ketika berhasil mengalahkan Grandmaster (GM) Elisabeth Paehtz dari Jerman. Pada babak ke-10, Laysa kembali meraih kemenangan saat menghadapi Woman International Master (WIM) Bach, Ngoc Thuy Duong dari Vietnam. Hasil tersebut menjadi bagian penting dalam pencapaiannya meraih norma WGM.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, mengapresiasi capaian Laysa yang berhasil membawa nama UNJ dan Indonesia dalam kompetisi catur tingkat dunia.

“Prestasi Laysa Latifah merupakan kebanggaan bagi Universitas Negeri Jakarta. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNJ memiliki potensi untuk berkembang dan berprestasi di tingkat internasional. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi di berbagai bidang,” ujar Prof. Komarudin.

Atas prestasi tersebut, Laysa Latifah menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena berhasil meraih norma WGM dalam kompetisi yang mempertemukan para pecatur dari berbagai negara.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih norma WGM di Olimpiade Catur FIDE 2026. Pencapaian ini menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan saya menuju gelar Woman Grandmaster. Saya berterima kasih kepada keluarga, pelatih, tim Indonesia, serta UNJ yang telah memberikan dukungan selama ini. Semoga saya bisa terus meningkatkan kemampuan dan meraih gelar WGM,” ujar Laysa.

Capaian norma WGM tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Laysa menuju gelar Woman Grandmaster. Sebagai mahasiswa FEB UNJ, ia menjalani pendidikan akademik sekaligus mengembangkan karier sebagai atlet catur nasional yang berkompetisi di tingkat internasional.

Keberhasilan Laysa pada Olimpiade Catur FIDE 2026 menunjukkan bahwa prestasi akademik dan olahraga dapat berjalan beriringan. Capaian ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNJ untuk terus mengembangkan potensi, menekuni bidang yang diminati, dan membawa nama almamater serta Indonesia ke panggung dunia.