Memantapkan Diri Menuju World Class University, UNJ Gelar FGD Bahas Langkah Strategis

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Feature
  4. »
  5. Mengawal Momentum, Merancang Masa Depan: Peran…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Kemandirian PTNBH, UNJ Optimalkan Aset serta Pendanaan Strategis untuk Pengembangan Kampus dan Labschool

Komitmen UNJ Tingkatkan Lulusan Berdaya Saing Global melalui Employer Meeting dan Kolaborasi Dunia Industri

BP3 selenggarakan Pembekalan dan Pelepasan PKM Semester 124 Tahun 2026

Perkuat Relevansi Lulusan, FIKK UNJ Gelar Employer Meeting 2026 dan Bangun Kolaborasi Strategis dengan DUDI

FMIPA UNJ Perkuat Kurikulum, Riset, dan Inovasi Industri Lewat Equity in Excellence

Jakarta, Humas UNJ — Sejak resmi menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) pada 14 Agustus 2024, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) seperti tengah menulis babak baru dalam sejarahnya. Struktur organisasi diperkuat, paradigma akademik digeser dari birokrasi ke inovasi, dan visi universitas disusun ulang dengan pandangan jauh ke depan. Namun lebih dari sekadar pembaruan administratif, yang berubah adalah mimpi, harapan, dan semangat yang menyala dalam langkah para pemimpin di lingkungan UNJ, yakni “Bagaimana menjadikan UNJ sebagai universitas masa depan dalam versi terbaiknya?”

Pertanyaan itu tak berhenti menjadi wacana. Mimpi, harapan, dan semangat itu satu per satu mulai disemai. Salah satunya gelaran Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk “Strategi UNJ Menuju World Class University” yang diselenggarakan oleh Kantor Wakil Rektor UNJ Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi pada 4 Agustus 2025 di lantai 8 Gedung Syafe’i, Kampus A Rawamangun. FGD ini bukan sebuah forum seremonial semata, FGD ini hadir sebagai ruang kontemplatif sekaligus pertaruhan, “Apakah UNJ benar-benar siap naik kelas, menjadi universitas yang tak hanya dikenal di negeri sendiri, tapi juga diperhitungkan dalam peta akademik dunia?”

Hadir sebagai narasumber utama adalah Prof. Hermawan Kresno Dipojono, Ketua Tim World Class University Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Sosok Guru Besar ITB ini telah menjadi saksi hidup berbagai universitas besar Indonesia menapaki jalan panjang menuju pengakuan internasional.

Dengan suara pelan namun tegas, Prof. Hermawan dalam paparannya menyampaikan bahwa World Class University bukan soal ranking semata. Ini soal arah. Tentang keberanian membongkar zona nyaman, dan membangun budaya riset, inovasi, serta jejaring global yang berakar kuat pada kekayaan lokal. Kata-kata itu tak jatuh sia-sia. Para pimpinan di lingkungan UNJ yang hadir, menyimaknya dalam perenungan. Ada kesadaran yang menguat, bahwa ini bukan hanya tentang angka dan peringkat. Ini tentang warisan. Tentang masa depan. Tentang sejarah yang akan di buat oleh UNJ.

Prof. Hermawan juga mengingatkan bahwa dunia tak menunggu. Persaingan akademik global sudah berlangsung dengan sangat cepat. Universitas-universitas di Asia Tenggara, Afrika, hingga Amerika Latin telah bersaing masuk dalam 500 besar dunia. Maka, kata dia, UNJ tidak boleh hanya berbenah, tetapi harus berlari. “UNJ tidak bisa menjadi universitas besar dengan cara lama. Yang dibutuhkan adalah keberanian memutus kebiasaan yang tak produktif, dan membangun sistem merit yang mendorong kreativitas serta tanggung jawab akademik,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ, dalam sambutannya menegaskan bahwa menjadi PTNBH bukan hanya berkah, tetapi juga tanggung jawab mulia. Kita diberi keleluasaan, tetapi juga tanggung jawab besar. Dunia melihat kita. Maka kita harus membangun bukan hanya sistem, tetapi juga karakter. Bukan hanya struktur, tetapi juga jiwa, ujarnya.

Prof. Komarudin menambahkan bahwa menjadi World Class University bukan berarti meninggalkan akar keindonesiaan. Justru dalam era global, identitas lokal menjadi daya tarik dan pembeda yang kuat. UNJ ingin menjadi kampus yang merdeka secara akademik, modern secara manajerial, dan progresif secara intelektual namun tetap menjejak kuat pada nilai-nilai kebangsaan, keadilan sosial, dan kemanusiaan. Kami ingin UNJ bukan hanya dikenal di luar negeri, tapi juga tetap menjadi rumah yang memberi makna bagi perubahan sosial di dalam negeri. Langkah menuju World Class University adalah maraton panjang, bukan sprint sesaat. Namun dengan semangat kolektif, arah kebijakan yang jelas, dan keberanian berinovasi, UNJ telah mengambil posisi penting di antara perguruan tinggi masa depan, tambahnya.

Sementara itu, Prof. Fahrurrozi selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi, menyampaikan bahwa transformasi yang dilakukan sejak UNJ menjadi PTNBH memang masif. Dari digitalisasi sistem akademik, peningkatan mutu tata kelola, penguatan sumber daya manusia, hingga pembangunan ekosistem inovasi. Tapi menjadi World Class University bukan hanya tentang lompatan teknis, melainkan juga tentang revolusi budaya akademik. FGD ini membedah berbagai strategi, dari peningkatan jumlah publikasi internasional bereputasi, program internasionalisasi kurikulum, jejaring riset lintas negara, serta pembentukan klaster unggulan berbasis keunikan UNJ, seperti pendidikan, olahraga, sosial-humaniora, dan kewirausahaan, ujar Prof. Fahrurrozi.