Jakarta, Humas UNJ — Di balik medali Mahasiswa Terbaik yang disematkan langsung oleh Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Komarudin, tersimpan kisah perjuangan luar biasa dari Hawa Ainur Maulida. Mahasiswi Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi UNJ ini dinobatkan sebagai Wisudawati Terbaik Fakultas Psikologi pada Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025.
Saat ditanya perasaannya, Hawa menjawab dengan gaya khasnya yang ceria, “Perasaan saya campur aduk seperti es doger. Tapi yang pasti, saya sangat senang dan bersyukur,” ujarnya sambil tertawa.
Momen ketika namanya diumumkan sebagai wisudawati terbaik terasa seperti mimpi baginya. “Waktu dengar nama saya disebut, saya cuma bisa bilang, ‘Hah? Masa sih?’,” kenangnya.
Sejak awal kuliah, Hawa telah mantap memilih Psikologi sebagai jalan hidupnya. Ia tertarik untuk memahami manusia dan membantu mereka berkembang. “Saya tahu bahwa lingkungan Psikologi di UNJ sangat positif untuk menunjang perjalanan akademik dan non-akademik saya,” tuturnya.
Dari berbagai cabang ilmu psikologi, Hawa memilih mendalami Psikologi Industri dan Organisasi (PIO), bidang yang menurutnya sangat relevan dengan dunia kerja masa kini. “Saya paling menikmati mata kuliah ini. Walaupun menantang, tetap menyenangkan,” katanya.

Salah satu mata kuliah favoritnya adalah Psikologi Keluarga dan Konseling Perkawinan. “Kapan lagi bisa mempersiapkan pernikahan dari bangku kuliah?” ujarnya sambil tersenyum.
Predikat wisudawati terbaik tentu tidak diraih dengan mudah. Hawa yang berdomisili di Kabupaten Bogor, harus menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 80 kilometer setiap hari menggunakan TransJakarta ke Fakultas Psikologi UNJ yang terletak di Halimun, Jakarta Selatan. “Kegiatan saya juga banyak banget, jadi harus pintar-pintar mengatur waktu,” ungkapnya.
Strategi andalannya adalah membuat jadwal terperinci mulai dari bulanan, mingguan, hingga harian. “Kalau sudah dibreakdown dan dijalani dengan konsisten, semuanya aman terkendali,” jelasnya.
Selain berprestasi secara akademik, Hawa juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Ia pernah menjadi anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Psikologi, bergabung dalam komunitas Movie on Campus dan Psychological Health Care, serta menjadi Project Officer Pengabdian Masyarakat. Di luar kampus, ia juga dipercaya sebagai pengurus inti di beberapa organisasi dan kerap menjadi moderator serta MC di berbagai acara.
Skripsi yang ia tulis mengangkat tema “Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Etos Kerja Generasi Z”, sebuah isu yang relevan dengan dunia kerja saat ini. “Katanya Gen Z etos kerjanya rendah. Emang iya? Nah, di penelitian ini saya cari tahu faktor-faktor yang memengaruhi hal itu, salah satunya budaya organisasi,” jelasnya.
Ketika ditanya siapa sosok paling berpengaruh dalam hidupnya, Hawa menjawab tanpa ragu, “Ibu dan mamah. Dua sosok perempuan yang paling kuat dan paling sabar. Mereka inspirasi saya untuk terus melangkah.”
Selama menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UNJ, Hawa merasakan banyak perubahan dalam cara berpikir dan bersikap. “Dulu saya sering overthinking, sekarang jadi lebih analitis dan kritis,” katanya.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan tidak takut menantang diri. “Cari kerja itu sulit, tapi kalau kalian punya prestasi, semua akan lebih mudah,” ucapnya.
Setelah resmi menyandang gelar Sarjana Psikologi, Hawa berencana langsung terjun ke dunia kerja. “Saya ingin eksplorasi bidang kerja dulu, memperluas pengalaman, dan tentu saja, semoga sukses sampai kaya raya,” ujarnya sambil tertawa.
Meski menatap masa depan dengan penuh optimisme, Hawa tidak melupakan almamaternya. “UNJ sudah jadi rumah kedua saya. Perjalanannya memang tidak mudah, tapi saya belajar banyak hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ucapnya penuh syukur.
Sebagai penutup, Hawa menyampaikan harapan untuk Fakultas Psikologi UNJ. “Menjadi kampus terbaik bukan soal slogan, tapi soal komitmen dan evaluasi yang berkelanjutan. Semoga fakultas kita (Psikologi) terus maju dan melahirkan lebih banyak psikolog hebat,” tutupnya.