Jakarta, Humas UNJ — Pusat Layanan Psikologi dan Bimbingan Konseling Universitas Negeri Jakarta (PLPBK UNJ) merupakan lembaga yang hadir untuk memenuhi kebutuhan civitas akademika UNJ, khususnya dalam bidang kesehatan mental , pengembangan karir, pengukuran dan asesmen psikologi.
PLPBK merupakan transformasi dari Unit Pelaksana Teknis Layanan Bimbingan Konseling (UPT-LBK). Seiring waktu, di masa kepemimpinan Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ, pada tahun 2024 …lembaga ini terus berkembang dan terus memperluas pelayanan kepada masyarakat.
PLPBK menyediakan berbagai layanan, antara lain: konseling, pengukuran asesmen psikologi, dan pengembangan karir. Layanan asesmen mencakup tes potensi, tes minat bakat, dan tes intelegensi yang dapat dimanfaatkan oleh dunia pendidikan maupun industri.

Dalam wawancara tim humas, Kepala PLPBK UNJ, Iriani Indri Hapsari, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya terdiri atas tiga divisi utama, yaitu Divisi Konseling, Divisi Pengukuran dan Asesmen Psikologi, serta Divisi Pusat Karir.
“Layanan konseling tersedia gratis bagi civitas akademika, termasuk mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Sedangkan untuk masyarakat umum ada tarifnya” Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang tersedia di bio Instagram @plpbk,” ujar Iriani yang akrab disapa Ririn yang juga dosen Fakultas Psikologi UNJ dan juga Psikolog.
Ia menambahkan, layanan asesmen untuk civitas akademika maupun masyarakat umum terdapat tarif yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Sedangkan layanan pusat karir menerima postingan lowongan pekerjaan dan melakukan berbagai
Kegiatan untuk pengembangan karir khususnya bagi mahasiswa dan alumni seperti campus hiring, tracer study, workshop career, job fair, magang berdampak. Informasi pusat karir dalam dilihat di ig pusat karir unj @unjcareercenter.
Saat ini, PLPBK didukung oleh 31 profesional yang terdiri atas konselor dan psikolog dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan, Program Studi Psikologi FPPsi, serta psikolog eksternal.

PLPBK juga aktif menyelenggarakan berbagai program seperti seminar, webinar, lokakarya, campus hiring, dan pendampingan psikologis. Salah satu program terbaru adalah Sahabat Sebaya, yang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi untuk mendampingi sesama mahasiswa yang membutuhkan teman berbagi dan mendengarkan.
Program Sahabat Sebaya turut menghadirkan berbagai kegiatan seperti podcast, aktivitas menyenangkan (fun activity), serta mendukung kegiatan PLPBK secara aktif.
Meski terus berkembang, Ririn mengakui bahwa PLPBK menghadapi tantangan, terutama meningkatnya permintaan layanan konseling dan asesmen. “Kebutuhan ini memerlukan lebih banyak tenaga profesional, sementara sebagian besar tenaga kami juga memiliki tugas sebagai dosen. Selain itu, fasilitas khusus untuk pelaksanaan psikotes masih terbatas,” ungkapnya.
Namun, ia melihat tantangan tersebut sebagai peluang untuk memperluas dampak dan kontribusi PLPBK bagi civitas akademika dan masyarakat umum.

Ke depan, PLPBK berencana untuk terus bersinergi dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling serta Psikologi dalam menjawab kebutuhan tenaga profesional. PLPBK juga akan memperkuat kolaborasi dengan fakultas, program studi, unit-unit di UNJ, serta berbagai pemangku kepentingan di dalam dan luar UNJ dalam mengoptimalkan kesehatan mental, potensi dan karir warga kampus, alumni maupun masyarakat umum.
Informasi lebih lanjut mengenai PLPBK dapat diakses melalui akun Instagram resmi: @plpbk.unj dan juga @unjcareercenter serta youtube PLPBK.