Jakarta, Humas UNJ — Mohamad Misbah Mutaqin, wisudawan Program Magister Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ), berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4.00. Ia juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada gelaran Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Gelombang Kedua di Sesi Kedua, yang diselenggarakan di Gedung Olahraga UNJ pada Kamis, 28 Oktober 2025.
Prestasi akademik yang diraih Misbah bukan semata soal nilai, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh dedikasi, pengalaman, dan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Indonesia. Meski tidak bisa menghadiri kegiatan wisuda Misbah tetap melihatnya secara daring melalui kanal youtube chanel UNJ_Official karena sedang berada di negeri tirai bambu, China untuk melakukan kegiatan kerja sama pelatihan.
“Menempuh pendidikan magister di bidang yang sama dengan studi sarjana saya adalah fase penting dalam hidup. Saya tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga aktif dalam pengkajian teori dan praktik di lapangan,” ujar Misbah.

Lelaki yang akrab disapa Misbah ini menekankan bahwa perkuliahan bukan sekadar mengejar nilai tinggi. “Saya bukan tipe mahasiswa yang berorientasi pada nilai. Saya lebih senang jika bisa berhasil bersama teman-teman. Nilai hanyalah bonus,” tuturnya sambil tersenyum.
Motivasinya untuk mendalami pendidikan jasmani lahir dari keyakinan bahwa bidang ini memiliki peran strategis dalam membentuk generasi Indonesia yang sehat dan berdaya saing. “Manfaat nyata dari pendidikan jasmani menjadi dorongan utama saya untuk terus belajar dan berinovasi,” tambahnya.
Selama masa studi, Misbah mengaku sangat bersyukur atas dukungan keluarga dan para dosen. “Orang tua, kakak-kakak, dan istri saya selalu memberikan doa dan dukungan moral. Begitu juga kedua dosen pembimbing dan seluruh dosen Magister Pendidikan Jasmani yang sangat membantu,” ungkapnya.
Pada akhir masa studinya, Misbah menerima bantuan dana penelitian untuk menyelesaikan tesisnya. Ia pun membagikan tips kepada mahasiswa lain. “Berinovasilah dengan ide yang bisa diwujudkan menjadi pembaruan. Hal seperti ini bisa menjadi nilai tambah saat mengajukan beasiswa,” sarannya.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam menjalani kuliah justru berasal dari diri sendiri. “Kadang saya merasa ragu untuk mengambil langkah atau keputusan. Biasanya saya mengatasinya dengan berdiskusi santai bersama teman-teman kelas agar lebih terbuka dalam memandang sesuatu,” jelasnya.
Misbah memandang perkuliahan sebagai kesempatan untuk berkontribusi bagi pendidikan Indonesia, sekecil apa pun bentuknya. Di luar kampus, ia juga aktif dalam berbagai proyek berskala nasional, seperti menjadi bagian dari tim perakitan dan penyusunan desain uji coba model asesmen literasi digital dan literasi kesehatan di Kemendikbud, serta ikut menulis beberapa buku bersama para dosen.
Dalam penelitian tesisnya, Misbah mengembangkan model pembelajaran berbasis video animasi yang diharapkan dapat menjadi inovasi dalam pendidikan jasmani. “Saya berharap kemajuan teknologi bisa menjadi jembatan bagi kemajuan pendidikan anak-anak Indonesia. Jika mereka sehat secara jasmani, maka peluang mereka untuk sukses juga akan lebih besar,” katanya.
Sebagai penutup, Misbah menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lain. “Lebih terbukalah dan visioner dalam berpikir. Kebermanfaatan yang kita ciptakan akan menjadi hal yang menyenangkan dalam hidup,” ujarnya.
Ke depan, ia berencana melanjutkan studi ke jenjang doktoral di luar negeri untuk memperkaya pengalaman dan meningkatkan kapasitas diri. “Jangan terlalu fokus pada nilai. Jalani dengan senang hati, jadilah versi terbaik dari diri sendiri, dan bermanfaatlah bagi banyak orang. Itulah versi mahasiswa terbaik menurut saya,” tutupnya penuh semangat.