Panggul Cita-Cita Keluarga, Auditor BUMN Ini Raih IPK 3.98 dan Jadi Wisudawan Terbaik FEB UNJ

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Uncategorized
  4. »
  5. Kisah Ani, Seorang Guru Islamic Boarding…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Kezia Ayu Teena yang Berhasil Menemukan Minatnya dan Raih Predikat Wisudawan Terbaik Magister Psikologi UNJ

Andin, Sang Penanggung Jawab Kelas yang Raih Wisudawati Terbaik FEB UNJ

Rektor Dorong Generasi Berani Bertumbuh dan Menginspirasi Perubahan dalam Wisuda Lulusan FEB, FPsi, dan SPs di Sesi Keempat

Fakultas Psikologi UNJ dan Biro SDM Polda Metro Jaya Tandatangani MoA untuk Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Praktik Psikologi

Perkuat Sinergi Sport Science untuk Prestasi Olahraga, FIKK UNJ Gelar Seminar Nasional Kepelatihan Olahraga

Jakarta, Humas UNJ – Ada mimpi-mimpi yang tak sempat terwujud oleh generasi sebelumnya, namun berhasil dipanggul dan dituntaskan oleh generasi setelahnya. Itulah yang tergambar jelas dari senyum penuh haru Ari saat ia resmi dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) yang diumumkan saat gelaran Wisuda UNJ Tahun Akademik 2025/2026 Sesi IV pada 16 April 2026 di GOR UNJ.

Meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3.98, bukanlah sekadar pembuktian intelektual bagi Ari. Di balik angka tersebut, tersimpan tekad membaja untuk memutus rantai keterbatasan dan mengangkat derajat keluarganya.

“Saya bertekad untuk mengangkat derajat keluarga. Orang tua serta saudara-saudara saya yang belum berkesempatan menempuh pendidikan tinggi. Saya ingin membuktikan, dan saya percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan pendidikan tinggi yang layak,” ungkap Ari dengan mata yang menyiratkan rasa syukur mendalam.

Bagi Ari, gelar prestisius ini adalah persembahan termanis untuk keluarga dan lingkungan yang tak pernah lelah mendukungnya.

Jalan Ari menuju panggung kehormatan tidaklah dilalui dengan bersantai. Sehari-hari, ia memikul tanggung jawab besar sebagai seorang auditor di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tuntutan profesionalisme kerja yang tinggi, ditambah jadwal perjalanan dinas luar kota yang kerap datang silih berganti, membuat Ari harus memutar otak untuk bertahan.

Beruntung, UNJ memiliki Program Non-Reguler yang memungkinkan proses pembelajaran dilakukan di akhir pekan. Program inilah yang menjadi jembatan bagi Ari untuk menyelaraskan ambisi akademiknya dengan kewajiban profesionalnya.

“Tantangan terbesar saya adalah membagi waktu antara bekerja dan kuliah, terlebih ketika ada perjalanan dinas ke luar kota. Saya setiap hari harus menyusun jadwal ketat, menentukan skala prioritas, mana tugas kerjaan atau kuliah yang harus diselesaikan lebih dulu, dan mana yang bisa ditunda,” kenangnya.

Kunci bertahannya ada pada komunikasi yang proaktif. Ari tak pernah segan berdiskusi dengan dosen dan teman-teman sekelasnya untuk memastikan ia tidak tertinggal materi. Lingkungan Magister Akuntansi Non-Reguler UNJ yang solid menjadi support system yang luar biasa baginya.

“Kami selalu saling mengingatkan dan membantu. Tentu ini tak lepas dari peran luar biasa dosen pembimbing saya, Bapak Adam Zakariadan, Bapak Ayatulloh Michael Musyaffi yang tak pernah bosan saya ajak diskusi. Begitu pula Ketua Prodi kami, Ibu Prof. Rida Prihatni, yang selalu terbuka menerima masukan dari mahasiswa,” puji Ari.

Keputusannya mengambil konsentrasi Auditing sangat sejalan dengan profesinya. Ari tidak ingin ilmunya hanya mengendap di ruang kelas atau berakhir menjadi tumpukan dokumen di perpustakaan. Ia memastikan tesis yang ia susun adalah riset berbasis proyek (project-based) yang langsung memberikan dampak nyata.

Ari merancang instrumen evaluasi sistem pengendalian intern pada asuransi jaminan sosial. “Alat ini sangat berguna bagi auditor di asuransi jaminan sosial dalam menilai efektivitas sistem pengendalian intern dan mendeteksi kelemahan yang terjadi, sehingga pengendalian dapat dimaksimalkan,” jelasnya.

Pendekatan praktis dari dosen-dosen akademisi dan praktisi di FEB UNJ membuat setiap teori yang ia pelajari di akhir pekan, bisa langsung ia implementasikan di kantor pada hari kerja.

Kini, setelah toga UNJ dengan strip dua dikenakan, Ari bersiap kembali ke medan profesionalnya dengan bekal yang jauh lebih matang. Ia berencana mempraktikkan langsung ilmu yang didapat untuk memberikan manfaat lebih luas bagi perusahaannya, sembari merawat mimpi untuk kelak bisa membagikan ilmunya sebagai seorang pendidik.

Kepada adik-adik tingkatnya di FEB UNJ, Ari menitipkan pesan yang kuat. “Tetaplah konsisten, disiplin, dan jangan cepat puas. Prestasi bukan hanya soal nilai, tetapi bagaimana kita mengembangkan soft skills dan menjaga integritas. Manfaatkan setiap peluang, karena itu akan sangat berharga di dunia kerja,” ungkapnya.

“Selama kuliah di UNJ, saya tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengalami banyak perubahan dalam cara berpikir, bersikap, dan memandang masa depan. Proses inilah yang membentuk saya menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata,” tutupnya mantap.