Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses melaksanakan ujian tulis PENMABA Mandiri secara daring dari kediaman masing-masing peserta pada Sabtu, 26 Juli 2025.
Pada kesempatan ini, Rektor UNJ, Prof. Komarudin, turut melakukan monitoring dan evaluasi (monev) langsung ke lokasi pelaksanaan ujian. Ia mengunjungi sejumlah ruangan yang digunakan oleh para pengawas, teknisi IT, penanggung jawab kelas, serta ruang sekretariat. Dalam kunjungan tersebut, Prof. Komarudin didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar, Direktur Akademik, para dekan dan wakil dekan, serta Kepala Pustikom UNJ.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar dan sesuai prosedur. Sebelumnya, UNJ telah melakukan dua kali uji coba sistem. Uji coba pertama menggunakan aplikasi Safe Exam Browser (SEB). Sedangkan uji coba kedua menggunakan sistem berbasis web dan server internal UNJ.

Atas terlaksananya ujian PENMABA Mandiri UNJ dari kediaman ini, Prof. Komarudin menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama seluruh tim yang terlibat dalam pelaksanaan ujian ini, serta menekankan pentingnya menjaga integritas dan kualitas proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar menyampaikan bahwa sebanyak 7.926 peserta mengikuti ujian ini dari rumah. Sementara para pengawas dan teknisi IT ditempatkan di Gedung Pustikom lantai 3 dan 4, dengan 16 ruangan serta 2 ruangan di Gedung Dewi Sartika lantai 5 UNJ. Setiap 40 peserta diawasi 1 pengawas dan 1 teknisi.
Harapan Prof. Ifan, “para calon mahasiswa yang belum diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) masih memiliki kesempatan untuk memilih salah satu PTN di Jakarta. Bagi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), hal ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan yang bermutu. Mereka dapat mengikuti seleksi tanpa harus datang ke Jakarta, yang memerlukan pembiayaan yang mungkin tidak dapat dipenuhi oleh semua peserta seleksi”.