Pemkot Bekasi Gandeng UNJ Penuhi Kebutuhan Guru Akibat Persoalan Kekurangan Guru

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Kunjungi Labschool UNJ Jakarta, Wapres Gibran…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Integritas dan Tata Kelola, UNJ Gelar Kosinyering Strategi Pemenuhan WBK/WBBM 2026

Wamen Diktisaintek Tinjau Pelaksanaan Seleksi Cakepsek dan Cawakepsek SMA Unggul Garuda di UNJ

FISH UNJ Jalin Kemitraan Strategis dengan NIDA Thailand untuk Perkuat Riset dan Mobilitas Internasional

Perkuat Kinerja Institusi, FIKK UNJ Tegaskan Komitmen IKU Berdampak 2026

FISH UNJ Gelar Eurasia Lecturer Series 1 2026, Soroti Dinamika Masyarakat Informasi dan Era Kecerdasan Buatan

Bekasi, Humas UNJ – Saat ini Pemerintah Kota Bekasi menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) guna mengatasi kekurangan tenaga pendidik yang mencapai 2.600 orang. 

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi solusi untuk memanfaatkan potensi mahasiswa UNJ dalam mengisi lowongan guru di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi 20 April 2025

Tri Ardhianto berharap kolaborasi ini berjalan optimal, mengingat UNJ memilih Bekasi sebagai percontohan penerapan kurikulum terbaru “Deep Learning”. “Sistemnya berupa magang, dan kami akan mengatur penempatannya secara merata,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ahmad Yani mengatakan program ini dilakukan karena saat ini Kota Bekasi mengalami banyak kekurangan guru. “Kami kekurangan tenaga pendidik hingga ribuan orang,” katanya.

Sedangkan untuk pengangkatan guru honorer sudah tidak dapat dilakukan mengingat regulasi yang sudah melarang pengangkatan tenaga honorer (UU no 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara) termasuk guru.

Sementara usai pengangkatan P3K tahap 1 dan rencana P3K tahap 2, banyak tenaga honorer yang existingnya guru tetapi tidak dapat mendaftar sebagai guru sehingga mendaftar sebagai tenaga teknis ini juga mengakibatkan kekurangan guru semakin signifikan.

Oleh karena itu sebagai upaya jangka pendek, pembelajaran di sekolah harus tetap berjalan, maka Pemkot Bekasi membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi yang mau bergabung untuk dapat melibatkan mahasiswanya membantu mengisi kekosongan.

”Program ini akan melibatkan mahasiswa dengan persyaratan yang sudah duduk minimal di semester 6 , dengan durasi program selama 1 semester dan dapat di perpanjang selama 2 semester atau selama mendapat ijin dari Perguruan tinggi asal,” ungkapnya.

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini akan diberikan sertifikat dan untuk tahun 2025 belum ada anggaran yang disediakan bagi para mahasiswa tersebut. Pihak UNJ akan melakukan screening dan training persiapan sebelum mahasiswa diterjunkan ke Sekolah-sekolah di Kota Bekasi.

Selain itu, kata dia, pertimbangan melakukan proses kerjasama dengan UNJ karena selain UNJ memiliki banyak prodi kejuruan, saat ini UNJ juga sedang fokus untuk melakukan pengabdian masyarakat di Kota Bekasi.

Menurut Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ Andy Hadiyanto mengatakan bahwa kolaborasi ini guna dalam rangka mewujudkan pendidikan untuk semua. Dirinya merasa senang bisa turut membantu memecahkan persoalan pendidikan yang dihadapi Pemkot Bekasi.

“Melalui kerja sama ini tentu selain mahasiswa mendapatkan pengalaman dan juga para mahasiswa menjadi agen dalam memecahkan solusi pemerintah,” katanya.

Dirinya berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin dalam aspek lainnya sesuai kebutuhan Pemkot Kota Bekasi.