Pendidikan Tak Pernah Menutup Pintu, Kisah Perjuangan Mafin Wisudawan FBS UNJ yang Menyambung Asa Lewat Program RPL

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Kembali Pertahankan Predikat “Badan Publik…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

FEB UNJ Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional dalam Pertemuan Strategis dengan Kedutaan Prancis

FBS UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Jakarta, Humas UNJ – Tidak semua perjalanan menuju toga berjalan lurus tanpa rintangan. Ada yang harus berbelok, menepi sejenak, lalu kembali melangkah. Begitulah kisah Mochammad Afi Nur Rizqi, atau akrab disapa Mafin, wisudawan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yang berhasil menyelesaikan studinya melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80.

Mafin resmi diwisuda pada Kamis, 30 Oktober 2024, dalam Wisuda UNJ Gelombang Kedua, Sesi Keempat, Tahun Akademik 2024/2025.

Bagi Mafin, kelulusan kali ini terasa sangat bermakna. Setelah sempat tertunda, ia akhirnya menuntaskan pendidikan yang telah lama ia mulai.

“Rasanya senang sekali, akhirnya yang sudah lama ditunggu bisa terlaksana, meskipun harus melalui banyak lika-liku perjalanan yang luar biasa,” ujarnya dengan senyum lega.

Motivasi utama Mafin sederhana namun kuat: membahagiakan kedua orang tua. Ia ingin menepati janji kepada diri sendiri dan keluarga untuk menyelesaikan apa yang telah ia mulai.

“Motivasi utama saya adalah menyenangkan kedua orang tua. Meskipun sempat terhambat, akhirnya saya bisa menyelesaikan studi lewat jalur RPL,” tuturnya.

Sebelumnya, Mafin sempat menempuh pendidikan reguler di UNJ sebelum akhirnya mengikuti program RPL setelah jeda satu semester. Dalam masa penantian itu, ia aktif bekerja dan memperluas pengalaman, termasuk belajar bahasa asing untuk menunjang pekerjaannya. Baginya, kesempatan yang diberikan melalui RPL adalah pintu baru untuk menyambung asa yang sempat tertunda.

“Selama menempuh studi RPL, tantangan terbesar tentu soal waktu. Kadang sudah ada jadwal pekerjaan, tapi harus kuliah juga. Untungnya, beberapa kelas masih bisa dilakukan secara daring, jadi bisa tetap menyimak sambil bekerja,” jelasnya.

Di tengah padatnya aktivitas, Mafin tetap memprioritaskan pendidikan. Ia memilih untuk fokus pada kuliah dan berkomitmen menuntaskan setiap prosesnya. Meskipun banyak kesibukan, ia tidak pernah mengeluh.

“Sangat luar biasa, karena masih banyak mata kuliah yang harus dipelajari ulang. Tapi saya sadar, ini langkah penting untuk masa depan,” ujarnya.

Mafin mengaku sangat terbantu dengan dukungan dosen dan sistem pembelajaran di UNJ. “Sinergi antara mahasiswa dan dosen di UNJ luar biasa. Proses belajar jadi nyaman dan lancar,” katanya.

Kini, setelah resmi diwisuda, Mafin merasa bersyukur karena perjuangannya berbuah hasil.

“Program RPL benar-benar membantu saya untuk menuntaskan pendidikan. Dulu saya sempat malu ikut RPL, tapi ternyata RPL bukan aib. Ini adalah kesempatan untuk menyelesaikan tanggung jawab dan menggapai impian,” tegasnya.

Mafin berpesan kepada para pekerja atau profesional lain yang ingin melanjutkan pendidikan agar tidak menunda kesempatan yang datang.

“Selagi masih ada waktu dan peluang, jalani. Pendidikan tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun yang ingin berjuang,” tutupnya dengan penuh syukur.