Peringati Isra Mi’raj, UNJ dan Universitas Tazkia Perkuat Sinergi Membangun Kampus Mandiri dan Berdampak

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Prodi PPKn UNJ Berkolaborasi dengan Undiksha…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Link and Match, FPsi UNJ Gelar Employer Meeting untuk Siapkan Lulusan Psikologi Future Ready

Monitoring Awal Program EQUITY, UNJ Tegaskan Komitmen Akuntabilitas dan Dampak Internasional

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Reputasi Ilmu Sosial UNJ Menguat di THE WUR 2026, Tembus 12 Besar PTN Terbaik Nasional

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Kamis, 15 Januari 2026. Acara yang berlangsung di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika, Kampus A UNJ ini mengusung tema “Isra Mi’raj sebagai Spirit Pembangunan Kampus Mandiri dan Berdampak”.

Mewakili Rektor UNJ pada pembukaan acara, Prof. Ari Saptono selaku Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya menyampaikan bahwa tema Isra Miraj sangat relevan dengan transformasi UNJ dari PTN-BLU menjadi PTN-BH.

“UNJ tidak hanya dituntut unggul dari sisi akademik, tetapi juga harus mandiri dalam pengelolaan dan memberikan dampak nyata. Spirit Isra Mi’raj menjadi inspirasi kita untuk membangun budaya akademik yang unggul dan berorientasi pada kemaslahatan bersama,” ujar Prof. Ari Saptono.

Pada peringatan Isra Mi’raj kali ini, UNJ berkesempatan mengundang Rektor Universitas Tazkia, Prof. Muhammad Syafii Antonio, sebagai narasumber utama. Dalam tausiyah, Prof. Syafii membedah makna Isra Mi’raj dalam konteks manajemen pendidikan tinggi. Beliau menjelaskan bahwa Isra (perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa) merepresentasikan dimensi horizontal, yaitu pentingnya memperluas jejaring (networking) dan studi banding lintas peradaban.

“Isra mengajarkan kita untuk visiting new places, meeting new people, and looking at new horizons. Kita harus melihat peradaban baru agar wawasan terbuka. Sementara Mi’raj adalah dimensi vertikal, yang bermakna peningkatan kualitas diri dan institusi. Dosen yang S2 harus lanjut S3, yang Doktor harus mengejar Profesor. Kampus harus ‘naik kelas’, dari akreditasi nasional menuju reputasi global” papar Prof. Syafii.

Prof. Syafii juga menekankan bahwa kampus tidak boleh menjadi “Menara Gading”. Mengutip sejarah Universitas Al-Qarawiyyin sebagai universitas tertua di dunia yang bermula dari masjid, Prof. Syafii mengingatkan bahwa kampus harus menjadi solusi bagi persoalan masyarakat sekitar, khususnya dalam pemberdayaan UMKM dan pengentasan kemiskinan.

“Jangan sampai kampusnya mentereng, profesornya banyak, tapi masyarakat di sekitarnya masih sulit secara ekonomi. Inilah makna kampus berdampak yang sesungguhnya, sebagaimana pesan Rasulullah untuk peduli pada kondisi umat.” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Syafii juga memaparkan sejumlah potensi kolaborasi, di antaranya pengembangan Halal Research Center, Islamic Fintech Lab untuk pembiayaan unit usaha kampus, serta pengelolaan dana abadi (endowment fund) berbasis wakaf produktif untuk beasiswa dan infrastruktur.

Pada akhir kegiatan, Rektor UNJ, Prof. Komarudin menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran dan gagasan yang disampaikan Prof. Syafii Antonio.

“Kehadiran Prof. Syafii bukan hanya mencerahkan kita secara spiritual, tetapi juga membuka wawasan tentang kemanfaatan kampus bagi umat. UNJ siap menindaklanjuti ajakan kolaborasi ini, baik dalam aspek pengembangan akademik, bisnis syariah, maupun program haji dan umrah bagi sivitas akademika,” ungkap Prof. Komarudin sebelum menutup acara.