Perkuat Dialog Peradaban dan Kerja Sama Akademik Indonesia–Mesir, UNJ Gelar Kuliah Umum

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Monitoring Awal Program EQUITY, UNJ Tegaskan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Eurasia International Course FISH UNJ Bahas AI dan Masa Depan Pendidikan Berbasis Keterampilan

FIP UNJ Gelar Guest Lecture bersama National University Philippines

Program Studi PPKN FISH UNJ Laksanakan Kolokium Internasional di Universiti Sains Malaysia

SPs UNJ Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Lewat PkM Wilayah Binaan di Nurul Iman Bogor

Prodi S2 PL dan S3 PKLH SPs UNJ Dorong Gerakan Pesantren Sehat dan Bersih Melalui Program Pengabdian di Bogor

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan global melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema “Preserving the Past, Inspiring the Future: Inside the Grand Egyptian Museum” yang berlangsung di Aula Latief Hendraningrat, Kampus UNJ, Kamis (27/11/2025).

Acara ini menghadirkan narasumber H.E. Mr. Yasser Hassan Farag Elshemy, Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN. Beliau memaparkan materi mengenai sejarah Mesir kuno dan kebudayaan Mesir melalui peran museum.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, mewakili Rektor UNJ Prof. Komarudin, menegaskan bahwa kuliah umum ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga jendela penting untuk memahami perjalanan panjang peradaban dunia.

“Peradaban Mesir kuno dengan segala warisannya adalah inspirasi besar bagi umat manusia. Belajar dari masa lalu bukan sekadar mengingat peristiwa, tetapi memahami jati diri, membangun kesadaran, dan menata masa depan,” ujarnya.

Andy menjelaskan bahwa Museum Mesir Agung tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai ruang belajar, refleksi, dan dialog antarperadaban. Museum tersebut menjadi contoh bagaimana sejarah dihidupkan kembali untuk memberi makna bagi generasi masa kini dan mendatang.

UNJ, tambahnya, memiliki komitmen kuat dalam mendorong dialog lintas budaya dan kerja sama akademik antarnegara. Kerja sama Indonesia–Mesir dinilai sangat potensial, terutama dalam kajian peradaban, penelitian ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan wawasan budaya bagi generasi muda.

Pada kesempatan tersebut, Andy Hadiyanto menyampaikan penghargaan kepada Kedutaan Besar Republik Arab Mesir atas dukungan dan partisipasinya.

“Terima kasih kepada Bapak Yasser Hassan Farag Elshemy yang telah hadir dan memberi dukungan sehingga kegiatan ilmiah ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan pengalaman pribadinya saat berkunjung ke Mesir.

“Ada pepatah di Mesir yang mengatakan bahwa bila seseorang telah minum air Sungai Nil, maka ia akan kembali lagi. Saya sudah delapan kali kembali ke Mesir karena meminum delapan kali,” tuturnya disambut senyum para peserta.

Menurut Andy, banyak kesamaan tradisi keagamaan dan budaya antara Indonesia dan Mesir yang membuka peluang kolaborasi lebih luas, termasuk harapan agar semakin banyak mahasiswa Indonesia dapat menimba ilmu langsung di Mesir.

Di akhir sambutannya, UNJ berharap kegiatan ini menjadi titik awal bagi kerja sama yang lebih erat antarbangsa dalam semangat persahabatan, ilmu pengetahuan, dan pembangunan peradaban berdasarkan kearifan lokal masing-masing.