Karawang, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) siap membangun kampus di Indramayu, Jawa Barat, sebagai langkah strategis memperkuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus mendorong ketahanan pangan daerah. Kehadiran UNJ di Indramayu diharapkan menjadi katalis pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Rencana tersebut dirumuskan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pembahasan Posisi dan Status Lahan untuk Program Ketahanan Pangan di Indramayu” yang digelar pada 19 Januari 2026 di Mercure Hotel Karawang. FGD ini menghadirkan perwakilan Perum Perhutani, termasuk KPH Indramayu dan Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, sebagai narasumber dalam memastikan legalitas serta keberlanjutan pemanfaatan lahan.
Pada kesempatan ini, Kuspriyadi selaku Administratur Perum Perhutani KPH Indramayu yang menjadi narasumber FGD menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan kampus UNJ dan pengembangan lahan ketahanan pangan. Menurutnya, inisiatif ini selaras dengan kebutuhan Indramayu yang tengah bertransformasi menuju kawasan industri, sehingga membutuhkan peran perguruan tinggi untuk menyiapkan SDM yang adaptif dan kompeten.
“Program ini sangat baik untuk mendorong peningkatan IPM masyarakat Indramayu. Dengan kehadiran UNJ, penguatan kualitas pendidikan dan kapasitas masyarakat akan semakin terasa,” ujarnya.
Kuspriyadi juga menegaskan bahwa isu ketahanan pangan kini menjadi perhatian nasional dan akan semakin strategis ke depan. Pemanfaatan lahan, lanjutnya, telah tersedia dan pelaksanaannya akan tetap menjunjung tinggi prinsip lingkungan serta pengelolaan kawasan hutan secara bertanggung jawab.
Senada dengan itu, Wahyono selaku Kepala Seksi Utama Pengukuran, Tata Batas, dan Penggunaan Kawasan Hutan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten yang juga menjadi narasumber FGD menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan dapat direalisasikan secara legal dan sah. Seluruh skema kerja sama, katanya, telah diatur melalui regulasi ketat dari Kementerian Kehutanan hingga Perhutani.
“Pengajuan kawasan agar segera diinformasikan untuk menghindari tumpang tindih perizinan. Dengan tujuan mulia UNJ yang ingin hadir membangun daerah melalui kehadiran kampus UNJ di Indramayu, proses perizinan akan kami kawal agar berjalan efektif sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ menegaskan bahwa pembangunan kampus di Indramayu merupakan komitmen UNJ dalam penguatan SDM dan ketahanan pangan daerah yang beririsan langsung dengan dinamika demografi, ekonomi, dan sosial setempat.
“Antusiasme pemerintah daerah dan masyarakat sangat tinggi. Kini tugas kita berikhtiar menjalankan mandat pendidikan sesuai tujuan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Komarudin berharap kolaborasi lintas pihak ini menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk mengoptimalkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta memperkuat kapasitas sosial-ekonomi warga Indramayu.
“Semoga niat baik dan tujuan mulia dalam pembangunan manusia Indramayu ini dimudahkan prosesnya dan memberi manfaat luas bagi daerah,” pungkasnya.