Perkuat Jejaring Global, UNJ Hadiri Forum Rektor Jepang–Indonesia di Makassar

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Muhammad Zacky Alfatah, Mahasiswa UNJ yang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Buktikan Diri sebagai Kampus Berdampak, UNJ Tuai Pujian dan Undangan Kolaborasi dari Berbagai Pihak

Wujudkan Visi Kampus Berdampak, UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian Masyarakat Program EQUITY LPDP

9 Duta Besar Hadiri Pertemuan Francophonie 2026, UNJ Fokus Perkuat Kerja Sama Internasional

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

UNJ Akselerasi SDGs ke-3 melalui Penguatan Ekosistem Kampus Sehat Mental lewat Sosialisasi PLPBK dan Pelatihan PFA

Makassar, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ambil bagian dalam forum internasional bergengsi The 6th Joint Working Group (JWG) Japan–Indonesia dan The 6th Japan–Indonesia Rectors’ Conference yang digelar di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, pada 10–11 Juli 2025. UNJ diwakili oleh Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis, Andy Hadiyanto, dan staf ahli Rudi M. Barnansyah.

Forum ini mempertemukan 31 universitas terkemuka dari Jepang, seperti University of Tokyo, Kyoto University, Hiroshima University, Kobe University, Tokai University, Kitasato University, dan Tohoku University, dengan 55 perguruan tinggi dari Indonesia, termasuk UNJ. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara kedua negara dalam bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.

Topik yang dibahas mencakup kerja sama riset, joint supervision, joint examiner, serta program pertukaran dosen dan mahasiswa. Dalam sesi khusus antar pimpinan universitas, isu pendanaan bersama untuk riset dan studi lanjut menjadi perhatian utama. Selain itu, dibahas pula arah kerja sama yang lebih luas, seperti penguatan output riset, pengembangan teknologi, keberlanjutan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta ketahanan pangan dan pertanian.

Keikutsertaan UNJ dalam forum ini menjadi momen penting karena ini adalah kali pertama UNJ hadir secara resmi di ajang JWG. Namun, UNJ sudah memiliki sejumlah kolaborasi nyata dengan universitas Jepang. Di antaranya, program pertukaran mahasiswa dengan Osaka University of Economics and Law, program short course internasional “SAM21” bersama Ritsumeikan University, UTM Malaysia, dan KMUTT Thailand yang telah berjalan sejak 2017, program magang mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Jepang di berbagai kampus Jepang, kerja sama akademik antara Fakultas Bahasa dan Seni UNJ dengan Kanda University, kolaborasi riset Fakultas Psikologi dengan Chiba University, serta beasiswa dari Nitori Foundation untuk mahasiswa UNJ.

Selama di Makassar, delegasi UNJ juga aktif menjalin komunikasi bilateral dengan sejumlah universitas Jepang guna menjajaki peluang baru dalam penguatan riset, studi lanjut dosen, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. Langkah ini sejalan dengan komitmen UNJ untuk meningkatkan kualitas akademik dan reputasi internasional.

Pertemuan JWG yang sempat tertunda karena pandemi ini kembali diselenggarakan dengan semangat baru. Dalam forum rektor, disepakati bahwa The 7th Joint Working Group Japan–Indonesia akan digelar dua tahun mendatang di Kobe University, membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan antara kedua negara.