Perkuat Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan antara Indonesia–Ethiopia, UNJ Gelar Diskusi Coffee Morning

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Prodi PPKn UNJ Berkolaborasi dengan Undiksha…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Reputasi Ilmu Sosial UNJ Menguat di THE WUR 2026, Tembus 12 Besar PTN Terbaik Nasional

UNJ Raih Peringkat 2 Besar LPTK Terbaik Nasional Versi THE WUR 2026 untuk Subjek Pemeringkatan Bidang Ilmu Sosial

THE WUR 2026 Rilis Subjek Pemeringkatan Bidang Pendidikan, UNJ Masuk 7 Besar PTN Terbaik Nasional

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) menyelenggarakan seminar dan diskusi publik bertajuk “Coffee Morning: Green Legacy Initiative and Sustainability Development” pada Kamis, 11 September 2025, bertempat di Aula Maftuchah Yusuf, Kampus UNJ.

Kegiatan ini dihadiri oleh para duta besar dari negara sahabat, yaitu Angola, Kenya, Mozambik, Rwanda, dan Seychelles, serta jajaran pimpinan di lingkungan UNJ.

Pada kesempatan ini, Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis, Andy Hadiyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar Ethiopia atas kerja sama yang berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan. “Saya yakin pertemuan ini merupakan titik awal yang baik untuk kolaborasi yang lebih konkret,” ujarnya.

Andy menambahkan bahwa kerja sama ke depan dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata seperti pengajaran, pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, publikasi ilmiah, serta penyelenggaraan konferensi yang membahas isu-isu strategis seperti pendidikan, pembangunan berkelanjutan, iklim, dan lingkungan.

“Tentu saja, kita juga dapat berbagi program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat langsung, seperti proyek lingkungan dan pengembangan kapasitas,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap pencapaian Ethiopia dalam bidang reboisasi dan keberlanjutan, yang dinilainya sangat inspiratif. UNJ, menurutnya, ingin belajar dari pengalaman tersebut dan turut berkontribusi bagi bangsa Indonesia.

Sementara itu, Duta Besar Ethiopia untuk Indonesia, Prof. Fekadu Beyene, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan Coffee Morning. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan wujud nyata dari kemitraan yang semakin erat antara Ethiopia dan Indonesia, serta komitmen bersama terhadap pembangunan berkelanjutan dan kerja sama global.

“Kita berkumpul di sini hari ini, bertepatan dengan tahun baru Ethiopia, mengenang Ethiopia sebagai tempat kelahiran kopi dan bangsa yang bangga dengan inisiatif warisan hijaunya. Kita merayakan pengelolaan lingkungan melalui penanaman pohon dan dialog aktif tentang keberlanjutan,” ungkapnya.

Fekadu menambahkan bahwa kegiatan ini meneguhkan komitmen kedua negara dalam melestarikan warisan alam dan menjadi representasi menuju ketahanan iklim. Ia juga menyoroti hubungan diplomatik antara Ethiopia dan Indonesia yang telah terjalin sejak tahun 1961 dan terus berkembang, termasuk dengan dibukanya kembali Kedutaan Besar Ethiopia di Jakarta.

“Prinsip kolaborasi dan kerja sama antarnegara sangat penting, terutama dalam berbagi sumber daya, pengetahuan, dan pengalaman untuk menciptakan solusi inovatif melalui diplomasi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan Coffee Morning ini menjadi pengingat bahwa kemitraan kedua negara tidak hanya berakar pada perdagangan atau diplomasi, tetapi juga pada semangat kemanusiaan yang menghargai kerja sama dan kepedulian terhadap planet bumi.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan kegiatan penanaman pohon secara simbolis oleh pimpinan UNJ bersama para duta besar negara sahabat sebagai bentuk nyata praktik baik dalam pembangunan berkelanjutan dan pelestarian warisan hijau.