Jakarta, Humas UNJ – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kuliah umum dalam rangkaian program Immersion Camp 2025 yang diikuti oleh mahasiswa dari University of Management and Technology (UMT), Ho Chi Minh City, Vietnam. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 11 Juni 2025, di The Gade Creative Lounge dan Gedung Raden Ajeng Kartini, Kampus UNJ.
Kuliah umum ini menghadirkan mahasiswa dan dosen dari tiga Program Studi (Prodi) di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ, yaitu Prodi Usaha Perjalanan Wisata, Prodi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, serta Prodi Ilmu Komunikasi. Tujuannya adalah memperkuat pemahaman lintas budaya dan strategi pemasaran melalui media sosial.
Dara Puspita, dosen Prodi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ sekaligus pemateri sesi “Media Social Marketing”, menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari lecture series dalam program Immersion Camp 2025. Ia mengaku bangga dapat berbagi pengetahuan dengan mahasiswa internasional.
“Selain kuliah umum, para mahasiswa UMT juga akan mengikuti program magang industri di beberapa perusahaan ternama seperti Radio Republik Indonesia (RRI), PT Indosat, dan NoLimit Indonesia,” ujar Dara.

Sementara itu, Mentari Anugrah Imsa, dosen pengampu materi “Intercultural Communication” dari Prodi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ, menekankan pentingnya pemahaman komunikasi antarbudaya bagi mahasiswa asing agar dapat beradaptasi selama berada di Indonesia.
“Kami membahas elemen-elemen budaya dan dasar-dasar komunikasi antarbudaya. Dalam sesi ini, kami juga banyak bertukar wawasan mengenai budaya Vietnam dan Indonesia,” jelas Mentari.
Dara menambahkan bahwa pemilihan topik kuliah umum disesuaikan dengan kebutuhan dan minat mahasiswa UMT. Materi yang disampaikan mencakup tren terkini dalam pemasaran media sosial serta perbandingan praktik pemasaran antara Indonesia dan Vietnam.
“Kelas internasional ini memberikan wawasan penting mengenai dinamika pasar dan strategi pemasaran digital di dua negara,” tambahnya.
Koordinator Prodi Humas dan Komunikasi Digital FISH UNJ, Asep Soegiarto, menyambut baik pelaksanaan Immersion Camp 2025. Ia menilai program ini bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen dalam mengasah kemampuan mengajar di kelas internasional.
“Program ini sangat menarik dan diharapkan dapat terus berlanjut. Kami mendapat informasi bahwa akan ada kelanjutan dari kegiatan ini setelah tahap pertama selesai,” tutup Asep.