Bali, Humas UNJ – Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, menghadiri kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Dekan Teknik Indonesia yang diselenggarakan di Fakultas Teknik Universitas Udayana, Bali, pada 29 Maret hingga 2 April 2026.
Kegiatan Forum Dekan Teknik Indonesia ini dihadiri oleh sekitar 260 dekan dari berbagai fakultas teknik di seluruh Indonesia, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kehadiran para pimpinan fakultas teknik ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas kampus.
Rakernas tersebut menjadi wadah penting dalam membahas berbagai isu strategis pendidikan tinggi teknik, termasuk peningkatan kualitas pendidikan, penguatan riset dan inovasi, serta pengembangan kerja sama antarperguruan tinggi. Selain itu, forum ini juga mendorong pertukaran gagasan dan praktik terbaik dalam pengelolaan fakultas teknik di era transformasi pendidikan.
“Kehadiran Universitas Negeri Jakarta, khususnya Fakultas Teknik, dalam Rakernas FDTI 2026 sangat strategis. Forum ini menjadi ajang silaturahmi, dan juga ruang konsolidasi nasional bagi pimpinan Fakultas Teknik untuk menyelaraskan arah pengembangan pendidikan teknik di Indonesia,” ungkap Prof. Neneng.
Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati berpendapat bahwa kegiatan rakernas memberi peluang serta memperkuat UNJ guna meningkatkan rekognisi nasional dan internasional termasuk pengembangan program studi berbasis standar global seperti IABEE.
Prof. Neneng menambahkan bahwa dalam kegiatan itu juga dibahas mengenai pendirian Program Profesi Insinyur (PSPPI) yang mensyaratkan minimal 5 prodi keteknikan dengan 50% terakreditasi unggul, penguatan kurikulum berbasis OBE dan kebutuhan industri, serta peningkatan kolaborasi nasional melalui FDTI, termasuk pengembangan kemahasiswaan dan inovasi.
Prof. Neneng berharap penguatan dan sinergi antar Fakultas Teknik di Indonesia dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, capaian akreditasi unggul, serta mendorong lebih banyak program studi menuju akreditasi internasional.
“Kami juga berharap forum ini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghasilkan lulusan teknik yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global,” pungkasnya.
Prof. Neneng mengatakan bahwa di kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam meningkatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kami melihat PKS ini sebagai peluang untuk kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, dan publikasi bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, penguatan teaching factory dan kerja sama industri, serta pengembangan kurikulum dan program internasional,” katanya.
Partisipasi Dekan Fakultas Teknik UNJ dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen Universitas Negeri Jakarta dalam memperluas jejaring kerja sama serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional serta menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas jejaring dan meningkatkan kualitas pendidikan teknik secara berkelanjutan. Dengan sinergi yang terbangun, UNJ optimistis dapat berkontribusi dalam mencetak lulusan teknik yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di tingkat nasional maupun internasional.