Jakarta, Humas UNJ – Dalam upaya memperkokoh fondasi institusi pasca transformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), Pimpinan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar perhelatan strategis Silaturahmi Sivitas Universitas Negeri Jakarta dengan tema “Bersinergi Menuju World Class University dan Kemandirian Finansial”.
Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan ini dilaksanakan secara maraton selama dua hari, yakni pada Senin dan Selasa, 9–10 Februari 2026, bertempat di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A UNJ. Forum akbar ini mempertemukan tiga organ universitas, yakni Rektorat, Majelis Wali Amanat (MWA), dan Senat Akademik Universitas (SAU), dengan seluruh dosen serta tenaga kependidikan dari berbagai fakultas.
Pertemuan ini dirancang khusus untuk menyatukan visi, menyamakan persepsi, dan memperkuat sinergi seluruh elemen kampus dalam mewujudkan cita-cita besar UNJ sebagai World Class University (WCU) serta memantapkan kemandirian finansial institusi yang berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan dari Sekretaris Universitas, Prof. Suyono, yang menekankan urgensi pertemuan ini. Ia menyampaikan bahwa tema “Sinergi Wujudkan World Class University” dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai momentum krusial bagi seluruh jajaran pimpinan dan sivitas akademika untuk menyatukan langkah.
“Sinergi adalah kunci utama dalam mengakselerasi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan kementerian serta mendongkrak posisi UNJ dalam pemeringkatan internasional yang semakin kompetitif,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNJ, Prof. Komarudin, memberikan paparan komprehensif mengenai evaluasi kinerja tahun 2025 dan arah kebijakan strategis tahun 2026. Prof. Komarudin mengungkapkan ada beberapa penilaiai IKU yang masih merah, salah satunya adalah “rapor merah” pada IKU 1 & 2, sehingga hal ini harus segera dibenahi oleh para Dekan dan Koordinator Program Studi.

Lebih lanjut, Prof. Komarudin memaparkan tiga strategi utama untuk mengakselerasi kinerja di tahun 2026. Pertama, penguatan reputasi riset global dengan mewajibkan para Guru Besar dan Lektor Kepala untuk menghasilkan luaran riset di jurnal bereputasi tinggi sekelas Scopus. Kedua, optimalisasi income generating untuk menjamin kemandirian finansial melalui unit-unit usaha yang produktif. Ketiga, transformasi layanan digital yang terintegrasi penuh untuk memangkas birokrasi, sehingga layanan akademik, keuangan, dan kepegawaian dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan berbasis data.
“UNJ harus berlari kencang, bahkan melompat, untuk mengejar ketertinggalan dari perguruan tinggi kelas dunia lainnya.” ungkapnya dengan dorongan semangat.
Pandangan strategis mengenai tata kelola turut disampaikan oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UNJ, Prof. Nizam. Dalam arahannya, Prof. Nizam mengingatkan kembali bahwa perubahan status menjadi PTN-BH bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah “kendaraan” agar UNJ dapat melaju lebih cepat dan fleksibel dalam mencapai visi misinya. Ia memberikan penekanan khusus pada aspek kemandirian finansial yang harus dimaknai secara kreatif. Prof. Nizam menggarisbawahi bahwa kemandirian finansial PTN-BH berarti universitas ditantang untuk menggali sumber pendanaan baru melalui optimalisasi aset intelektual, hilirisasi hasil riset, dan pengelolaan aset fisik secara profesional.

“Terdapat garis merah yang tidak boleh dilanggar, yakni bahwa status PTN-BH tidak boleh membebani mahasiswa dengan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tidak wajar, melainkan harus hadir sebagai solusi yang menyejahterakan,” tegas Prof. Nizam.
Melengkapi perspektif pimpinan, Ketua Senat Akademik Universitas (SAU), Prof. Ahman Sya, menyoroti peran strategis Senat dalam menjaga marwah dan mutu akademik di era otonomi PTN-BH. Ia mengajak seluruh elemen universitas untuk bersama-sama mengakselerasi jumlah Guru Besar sebagai indikator kualitas sumber daya manusia yang unggul.
“Senat Akademik sebagai mitra strategis Rektorat yang akan menjalankan fungsi check and balance, guna memastikan seluruh kebijakan akademik yang diambil tetap berada pada koridor moral dan standar kualitas yang tinggi demi kemajuan institusi,” uangkapnya.

Guna memastikan efektivitas diskusi dan penyerapan aspirasi yang maksimal, kegiatan silaturahmi ini dibagi berdasarkan klaster fakultas. Pada hari pertama, Senin, 9 Februari 2026, Silaturahmi difokuskan bagi sivitas dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi dan Sekolah Pascasarjana pada hari kedua, Selasa, 10 Februari 2026, giliran sivitas dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Fakultas Matematika dan IPA, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang mendapatkan kesempatan berdialog. Sesi diskusi interaktif yang dipandu langsung oleh Prof. Suyono menjadi momen krusial bagi para dosen dan tenaga kependidikan untuk menyampaikan gagasan, kritik, serta masukan konstruktif secara langsung kepada jajaran pimpinan puncak universitas ataupun pimpinan tiga organ universitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat sivitas UNJ semakin terinternalisasi dalam setiap langkah.
