JAKARTA, Humas UNJ — Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meraih Juara Harapan II dalam Lomba Inovasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Gala Apresiasi yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Selasa (1/9/26), di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta.
Capaian tersebut menjadi apresiasi atas upaya Perpustakaan dan Kearsipan UNJ mengembangkan inovasi layanan sekaligus memperkuat posisi perpustakaan sebagai bagian dari ekosistem akademik dan pengetahuan di perguruan tinggi.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar yang turut hadir dalam pemberian penghargaan tersebut mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi UNJ untuk terus meningkatkan kualitas perpustakaan sebagai salah satu pendukung pendidikan, penelitian, dan pengembangan pengetahuan.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi UNJ untuk terus mengembangkan perpustakaan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan sivitas akademika. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyediakan sumber informasi, tetapi juga harus mampu menjadi ruang yang mendukung mahasiswa dan dosen dalam belajar, melakukan penelitian, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan karya,” ujar Prof. Ifan.

Menurut dia, pengembangan inovasi perpustakaan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Namun, pemanfaatan teknologi tetap harus ditempatkan sebagai sarana untuk menjawab kebutuhan pengguna.
“Kami berharap capaian ini dapat menjadi pemacu bagi Perpustakaan dan Kearsipan UNJ untuk terus menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Inovasi yang dilakukan harus memberikan manfaat nyata dan memperkuat kontribusi perpustakaan terhadap pencapaian visi UNJ,” katanya.
Kepala Perpustakaan dan Kearsipan UNJ, Ummi Mukminati Siregar menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh tim dalam mengembangkan layanan perpustakaan.
“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi. Bagi kami, inovasi bukan sekadar menghadirkan sesuatu yang baru, tetapi bagaimana inovasi tersebut mampu menjawab kebutuhan pemustaka dan memberikan pengalaman layanan yang lebih baik,” ujar Ummi.
Ia mengatakan penghargaan tersebut juga menjadi momentum bagi Perpustakaan dan Kearsipan UNJ untuk melakukan evaluasi sekaligus mengembangkan layanan secara berkelanjutan.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar, penelitian, kolaborasi, dan pengembangan kreativitas sivitas akademika.
“Ke depan, kami akan terus mendorong berbagai gagasan yang dapat memperkuat fungsi perpustakaan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi sivitas akademika,” kata Ummi.
Lomba Inovasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 juga menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan berbagai terobosan dalam pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, mengatakan lomba tersebut tidak hanya bertujuan memberikan apresiasi, tetapi juga mendorong keberanian mencoba, membangun budaya inovasi, memperluas ruang berbagi, serta mempertemukan insan perpustakaan untuk saling belajar dan berkembang.
Menurut Nasruddin, keberhasilan inovasi tidak semata-mata diukur dari kecanggihan teknologi yang digunakan. Hal yang lebih penting adalah kemampuan inovasi dalam menyelesaikan persoalan, memudahkan layanan, dan memberikan manfaat nyata bagi pemustaka.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat mendorong terbentuknya jejaring inovasi perpustakaan perguruan tinggi di Jakarta. Jejaring itu diharapkan menjadi ruang bagi pustakawan dan pengelola perpustakaan untuk bertukar pengalaman, mendiskusikan tantangan, serta mengembangkan inovasi secara bersama-sama.
“Sebab, inovasi terbaik bukanlah inovasi yang disimpan sendiri. Inovasi terbaik adalah inovasi yang dibagikan, ditularkan, dan diperluas manfaatnya,” ujar Nasruddin.
Menurut dia, inovasi yang dikembangkan di satu perguruan tinggi dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain. Bahkan, gagasan tersebut dapat diadaptasi oleh perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus, perpustakaan umum, maupun berbagai ruang literasi lainnya.
Bagi UNJ, penghargaan Juara Harapan II menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan perpustakaan sekaligus mendukung ekosistem akademik berbasis pengetahuan.
Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia sumber informasi, tetapi juga memiliki peran dalam menciptakan ruang yang mendukung proses belajar, penelitian, pertukaran gagasan, dan pengembangan kreativitas.
Capaian tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi Perpustakaan dan Kearsipan UNJ untuk terus melakukan pengembangan layanan. Inovasi yang dihasilkan ke depan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan internal, tetapi juga memperkuat kontribusi perpustakaan dalam mendukung UNJ sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.