Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas menyelenggarakan kegiatan Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan 1447 H dengan tema “Memaknai Ibadah Ramadan dengan Berbagi Kebaikan” pada Minggu, 8 Maret 2026 di Masjid At-Taqwa Rawamangun.
Kegiatan yang diikuti oleh 40 anak-anak yatim dan pra sejahtera ini menghadirkan ruang pembinaan spiritual, pembelajaran keislaman, sekaligus berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pengenalan keteladanan Rasulullah SAW sebagai contoh dalam membangun akhlak, kesabaran, serta semangat berbagi. Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan kuis pemahaman Sirah Nabi yang berlangsung secara interaktif dan menyenangkan. Suasana kegiatan semakin hidup melalui sesi ice breaking yang membuat peserta lebih antusias mengikuti rangkaian acara berikutnya.

Peserta juga mendapatkan materi Pembelajaran Ilmu Tajwid yang disampaikan oleh Hari Sanjaya Siregar. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman dasar mengenai cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, yang kemudian diperkuat melalui latihan serta evaluasi pemahaman tajwid. Dengan metode ini, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan bacaan Al-Qur’an secara tepat.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan kegiatan murajaah Juz 30 atau surat-surat pendek. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mengulang hafalan sekaligus memperbaiki bacaan bersama-sama. Panitia juga mengadakan uji pemahaman surat pendek untuk melihat sejauh mana peserta memahami materi yang telah disampaikan selama kegiatan berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Mentor BCB UNJ Ahmad Rifqy A. turut memberikan sambutan dan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Yasep Setiakarnawijaya. Dalam sambutannya, Yasep Setiakarnawijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai kemahasiswaan yang ingin terus dikembangkan di lingkungan UNJ.
“Kegiatan seperti Pesantren 1000 Cahaya Ramadan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa UNJ kepada masyarakat. Kami berharap mahasiswa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial serta mampu menebarkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, terutama pada momentum Ramadan yang penuh keberkahan,” ujarnya.
Setelah sesi sambutan, peserta mengikuti kultum yang disampaikan oleh Eka Mhaulana Saputra. Dalam ceramah singkat tersebut disampaikan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, serta memperluas kepedulian kepada sesama.
Suasana kebersamaan semakin terasa melalui sesi games yang menjadi sarana hiburan edukatif bagi para peserta. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mempererat interaksi antara mahasiswa relawan dan peserta kegiatan.
Melalui kegiatan Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan 1447 H, UNJ berharap nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kebaikan dapat terus tumbuh dalam diri mahasiswa maupun masyarakat yang terlibat. Ramadan menjadi momentum yang bermakna untuk tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat ukhuwah serta menyalakan cahaya kebaikan bagi sesama.