Peserta BSBI Kemenlu RI Pelajari Tradisi Pernikahan Betawi Lewat Workshop yang Diselenggarakan UNJ

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Wujudkan Inovasi Berdampak, Tiga Produk…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Melaju ke Grand Final Duta Pendidikan Jawa Barat 2026, Mahasiswa FT UNJ Siap Berkontribusi Majukan Pendidikan Berkualitas di Jawa Barat

Perkuat Tata Kelola Universitas, UNJ Selenggarakan Workshop Pembuatan POS AP

Sambut Calon Pendidik Profesional, Sekolah Pascasarjana UNJ Gelar Orientasi PPG Calon Guru Gelombang Satu Tahun 2026

Perkuat Kemandirian PTNBH, UNJ Optimalkan Aset serta Pendanaan Strategis untuk Pengembangan Kampus dan Labschool

Komitmen UNJ Tingkatkan Lulusan Berdaya Saing Global melalui Employer Meeting dan Kolaborasi Dunia Industri

Jakarta, Humas UNJ – Sebanyak 12 peserta Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) mengikuti rangkaian kegiatan budaya yang diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 30 Juni hingga 1 Juli 2025. Selama dua hari, para peserta diperkenalkan pada kekayaan budaya Betawi, khususnya tradisi pernikahan, mulai dari tata rias, busana pengantin, hingga perawatan tubuh tradisional.

Pada kegiatan hari pertama diawali dengan sesi pemaparan teori dan demonstrasi mengenai tata cara pernikahan adat Betawi. Materi disampaikan oleh Asep Supriyanto, dosen tamu dari Fakultas Teknik UNJ sekaligus profesional di bidang tata rias dan tata rambut.

Pada sesi siang, para peserta berkesempatan mencoba langsung tata rias dan mengenakan busana pengantin Betawi. Setiap peserta mendapatkan pengalaman individu dalam merias wajah dan mengenakan kostum tradisional.

Manoj Khadka, peserta asal Nepal, mengungkapkan kekagumannya terhadap riasan dan aksesori pengantin Betawi. Ia menyebutkan bahwa gaya busana tersebut mengingatkannya pada perpaduan budaya India dan Tiongkok.

“Saya merasa seperti sedang menyaksikan gabungan budaya India dan Tiongkok. Aksesori dan warna-warninya sangat mencolok dan elegan,” ujar Manoj.

Ia juga sempat dipasangkan dengan model pengantin perempuan dan mengaku terkesan dengan penampilan pasangannya.

“Awalnya saya agak canggung, tapi karena dia begitu luwes, saya jadi merasa nyaman sampai akhir kegiatan,” tambahnya.

Kemudian pada hari kedua, peserta dikenalkan dengan perawatan tubuh tradisional Betawi yang biasa dilakukan menjelang pernikahan. Materi yang diajarkan meliputi pembuatan dan penggunaan lulur tradisional, teknik pengolesan lulur untuk pijat, serta cara membuat bir pletok, minuman herbal khas Betawi.

Robiya Nurmatova, peserta dari Uzbekistan, mengaku sangat menikmati seluruh rangkaian workshop. Ia merasa antusias saat merias wajah dan mengenakan busana pengantin Betawi.

“Saya sangat terpesona. Rasanya seperti menjadi seorang profesional saat merias wajah sendiri. Bahkan saya sampai mengambil banyak foto karena sangat menyukai penampilannya,” ungkap Robiya sambil tersenyum.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UNJ dalam mendukung diplomasi budaya Indonesia melalui pengenalan tradisi lokal kepada peserta internasional.