“Pesta Rakyat UNJ”, Perayaan Kebersamaan dalam Kesetaraan

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Perkuat Kolaborasi Global dengan Filipina…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Jawab Tantangan “Mismatch” Dunia Kerja, UNJ Siapkan Ratusan Skema Sertifikasi Kompetensi Futuristik

FISH UNJ Gelar Employer Meeting untuk Perkuat Lulusan Adaptif dan Kompeten dalam Dunia Kerja

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

Jakarta, Humas UNJ – Ada gema yang tak tertulis dalam catatan akademik. Ada denyut yang tak tercetak di ijazah atau publikasi ilmiah. Namun sejak tahun 2019, gema itu membahana dan denyut itu menggetarkan setiap sudut kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ia datang tidak dari ruang seminar atau laboratorium, tapi dari jalan santai, gerakan senam, makan bersama, tenda-tenda, panggung kesenian, dan sorak sorai kebersamaan. Ia bernama “Pesta Rakyat UNJ”, sebuah peristiwa yang tak hanya dirayakan, tapi dirasakan bersama secara dalam-dalam.

Perayaan yang hadir setiap bulan Juni ini, bukan hanya sekadar penutupan dalam perayaan usia kampus, namun merayakan jiwa. “Pesta Rakyat UNJ” menjelma menjadi perayaan akbar yang menyatukan detak semua insan rakyat kampus dalam satu irama kebersamaan dan denyut kesetaraan dalam momentum puncak Dies Natalis UNJ.

Sejak pertama kali digelar, “Pesta Rakyat UNJ” bukanlah sekadar agenda penutupan Dies Natalis. Ia adalah jantung yang berdegup lantang di tengah tubuh universitas. Ia adalah wajah UNJ ketika melepaskan toga dan almamater formalitas, dan memilih menyapa rakyatnya dengan tangan terbuka, kaki menari, dan hati berbagi. Di hari perayaan “Pesta Rakyat UNJ”, UNJ tidak hanya berulang tahun, ia berkehidupan.

Bayangkan kampus yang biasanya dipenuhi lalu lalang dosen dan mahasiswa kini menjelma menjadi pasar kebajikan, galeri rakyat, dan panggung kebersamaan. Dinding-dinding gedung pendidikan menjadi saksi lahirnya interaksi yang tak dibatasi titel, jabatan, atau gelar akademik. Mahasiswa berbaur sejajar dengan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga petugas kebersihan. Begitu pun dosen bergerak senam bersama tenaga kependidikan beserta keluarganya. Lalu rektor menyapa rakyatnya tak di ruang tamu megah, melainkan di tengah lapangan terbuka dan panggung musik serta seni secara setara.

Dari pimpinan, guru besar, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pramukantor, petugas keamanan kampus, hingga keluarga dari rakyat UNJ, semua berbaur bersama menikmati perhelatan “Pesta Rakyat”. Mereka datang bukan semata berharap membawa pulang hadiah undian, melainkan mengharap sesuatu yang lebih dalam, yaitu rasa memiliki, kebersamaan, dan pengakuan bahwa mereka adalah bagian dari napas kampus ini.

“Pesta Rakyat UNJ” adalah pernyataan bahwa ilmu yang sejati tidak tumbuh di atas menara gading, tapi mekar dari bumi rakyatnya. Inilah panggung tempat kampus menunjukkan bahwa ia tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi juga merayakannya. Bahwa perayaan akademik tidak harus dibungkus kemewahan eksklusif, melainkan dalam kesederhanaan yang menyatukan dan berbaur.

Setiap tahunnya, sejak 2019, “Pesta Rakyat UNJ” membawa semacam sihir. Ia menghidupkan semangat kolektif yang mungkin terpendam oleh rutinitas birokrasi dan tumpukan tugas. Ia adalah katarsis kampus, tempat tawa menggantikan ketegangan, tempat lagu rakyat lebih bermakna dari pidato, dan tempat peluh para panitia menjadi persembahan suci bagi kebersamaan.

Namun, di balik tawa itu, tersimpan kesadaran mendalam, bahwa kampus harus terus berpijak pada rakyatnya. Bahwa UNJ adalah milik semua, bukan hanya milik akademisi. Dan bahwa keberhasilan pendidikan sejati diukur bukan hanya dari ranking, tapi dari seberapa besar ia mampu menyatukan dan mengangkat harkat manusia di sekitarnya.

“Pesta Rakyat UNJ” adalah puisi tahunan yang ditulis dengan teriakan semangat, bunyi musik, gerakan tubuh, dan aroma makanan tradisional. Ia adalah monumen hidup yang terus tumbuh, karena setiap tahun, ia disiram oleh cinta, kerja keras, dan kerinduan untuk selalu menjadi universitas yang tidak melupakan akarnya.

Dan saat acara usai dan panggung dibersihkan, hanya satu hal yang tersisa, yaitu getar haru dalam dada para rakyat kampus, yang tahu bahwa hari itu mereka tak sekadar hadir di perayaan, tapi menjadi bagian dari sejarah penutupan ulang tahun universitas. “Pesta Rakyat UNJ” bukan hanya berlangsung, namun ia berjejak.

Maka selama UNJ berdiri, biarlah “Pesta Rakyat UNJ” terus hidup. Biarlah ia menjadi warisan tak tertulis yang lebih kuat dari dokumen apa pun. Karena selama rakyat UNJ masih bergerak di kampus ini, universitas ini tidak akan pernah kehilangan jiwanya.