Jakarta, Humas UNJ – Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) kembali menunjukkan kiprah globalnya dalam bidang pencegahan narkotika dengan menerima kunjungan studi dari UNODC Afghanistan bersama delegasi WHO, UNDP, The United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA), serta Japan International Cooperation Agency (JICA) Afghanistan Office pada 10 Februari 2026 di Ruang Sidang lantai 3 Gedung Daksinapati FIP UNJ
Sejak tahun 2019, Prodi BK FIP UNJ sudah menjadi mitra Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) sebagai tim riset dalam implementasi Family UNited Programme di Indonesia. Program tersebut kemudian diadaptasi oleh BNN RI menjadi Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba, sebagai bagian dari strategi nasional P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).
Kunjungan studi ini dikemas dalam sesi presentasi dan diskusi mengenai praktik baik pencegahan narkotika di Indonesia, khususnya kontribusi akademisi dalam riset, implementasi program, hingga integrasi ke dalam kurikulum pendidikan tinggi. Selain melakukan kajian ilmiah, Prodi BK juga memperluas implementasi program melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta mengintegrasikannya dalam mata kuliah Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA Berbasis Sekolah.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FIP UNJ, Karta Sasmita, dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan narkotika merupakan isu multidimensional yang membutuhkan pendekatan komprehensif.
“Isu penyalahgunaan narkotika adalah persoalan yang mengakar dan kompleks karena menyentuh aspek sosial, psikologis, pendidikan, hingga kebijakan. Karena itu, penanganannya harus melibatkan berbagai sektor, termasuk perguruan tinggi. Pendidikan mungkin tidak menghasilkan perubahan secara instan, tetapi pendidikan adalah alat paling kuat untuk membangun perubahan jangka panjang,” tegasnya.
Dalam sesi diskusi, BNN RI yang diwakili oleh Eva Fitri Yuanita, Penyuluh Narkoba Ahli Madya, memaparkan berbagai program kolaboratif bersama Prodi BK FIP UNJ, termasuk kajian implementasi Family UNited Programme serta pengembangan platform e-learning untuk memperluas penyebaran pengetahuan komprehensif kepada para pengambil kebijakan.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci efektivitas program pencegahan. Keterlibatan perguruan tinggi seperti UNJ memperkuat basis ilmiah sekaligus memastikan program dapat direplikasi secara berkelanjutan,” jelas Eva.
Sementara itu, Ketua Tim Riset Prodi BK FIP UNJ, Eka Wahyuni, memaparkan proses adaptasi program di Indonesia, hasil kajian, serta berbagai publikasi ilmiah yang telah dihasilkan.
“Pendekatan berbasis keluarga terbukti memberikan dampak signifikan dalam membangun ketahanan anak dan remaja terhadap risiko penyalahgunaan narkotika. Peran akademisi tidak hanya meneliti, tetapi juga memastikan program berbasis bukti dapat diimplementasikan secara kontekstual di Indonesia,” ujarnya.
Penjelasan mengenai integrasi program ke dalam kurikulum disampaikan oleh Hilma Fitriyani selaku dosen pengampu mata kuliah Pencegahan Berbasis Sekolah. Ia menambahkan bahwa Prodi Magister BK saat ini tengah mempersiapkan pembukaan Konsentrasi Pencegahan Narkotika sebagai bentuk penguatan kapasitas akademik di bidang tersebut.
Melalui kunjungan ini, Prodi BK FIP UNJ semakin menegaskan posisinya sebagai mitra strategis dalam pengembangan kebijakan dan praktik pencegahan narkotika berbasis riset, sekaligus memperkuat peran UNJ dalam jejaring kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat.