Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Prodi PPKn UNJ Berkolaborasi dengan Undiksha…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Reputasi Ilmu Sosial UNJ Menguat di THE WUR 2026, Tembus 12 Besar PTN Terbaik Nasional

UNJ Raih Peringkat 2 Besar LPTK Terbaik Nasional Versi THE WUR 2026 untuk Subjek Pemeringkatan Bidang Ilmu Sosial

THE WUR 2026 Rilis Subjek Pemeringkatan Bidang Pendidikan, UNJ Masuk 7 Besar PTN Terbaik Nasional

Kukuhkan Reputasi Global, UNJ Raih Peringkat 2 LPTK Terbaik Nasional Versi THE WUR 2026

Jakarta, Humas UNJ – Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (Prodi Penmas FIP UNJ) selenggarakan konferensi internasional “International conference: The Future of Learning: Education in The Digital Age” yang terselenggara di Aula Latief Hendraningrat, pada Kamis, 22 Januari 2026.

Pada kesempatan ini, Adi Irvansyah selaku dosen dan ketua pelaksana konferensi menyebutkan bahwa kegiatan ini terselenggara dengan tujuan memperkuat jaringan global dalam meningkatkan iklim akademik.

“Melalui network global ini kita bisa memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terkait layanan pembelajaran, layanan penelitian dan layanan pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya kegiatan kolaborasi yang dapat dilakukan adalah praktisi, kuliah tamu dan pertukaran dosen dan mahasiswa ke depannya, serta kolaborasi penelitian, dan pengabdian masyarakat secara global.

Irvansyah menyebut Pendidikan Masyarakat saat ini hadir sebagai wadah memberikan layanan pendidikan bagi mereka yang terhalang oleh pendidikan formal. Ia juga menambahkan saat ini AI sangat membantu memberikan keleluasaan pembelajaran dengan fleksibilitas tinggi.

Selain itu, Aip Badrujaman selaku Dekan FIP UNJ dalam sambutannya mengatakan tema Pendidikan era digital tidak terlepas dari perkembangan teknologi pembelajaran itu sendiri.

Menurutnya saat ini smartphone telah memberi akses informasi tanpa batas. Dukungan teknologi seperti AI telah memberikan pengalaman dengan kemudahan.

“Melalui seminar ini kita membahas keberadaan internet dan AI apakah memberi peluang atau tantangan.” ungkap Aip Badrujaman.

“Melalui kenyataan itu seminar ini terlaksana dan untuk dapat kita pahami bersama.” ungkapnya.

Aip Badrujaman menambahkan bahwa pada dasarnya teknologi hanya alat bukan guru. Menurutnya peran guru tidak berubah dan tidak boleh bergantung. Seorang guru tetap harus belajar satu sama lain.

Menurutnya melalui seminar ini ada pembelajaran yang bisa dipetik dari perkembangan teknologi dan pembelajaran baik yang terjadi di Thailand, Vietnam, Bangkok, Taipei, Taiwan, Pakistan, maupun India.

“Melalui konferensi ini kita menunjukkan bahwa kita kuat dengan bekerja sama dan bisa berbagi penyelesaian,” katanya.

Dirinya berharap semua kebaruan dalam bidang penelitian dapat menjadi nilai pembelajaran bagi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini.

Sementara itu menurut Prof. Ifan Iskandar selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni dalam sambutannya mengatakan era post COVID, sebuah era yang menandai era fleksibilitas pembelajaran tingkat tinggi, baik pada akses pembelajaran dan kehadiran.

“Tema kegiatan ini adalah masa depan pembelajaran digital yang menawarkan fleksibilitas dalam waktu dan tempat serta membuat pelajaran lebih interaktif, personalisasi, dan aksesibel” katanya.

Meski memberikan kemudahan, menurut Prof. Ifan bahwa di masa ini juga terjadi gap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam memanfaatkan TIK.

Menurutnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan sekedar hubungan bersama melainkan dapat mempromosikan kekuatan global dalam persatuan dan kesatuan.

Dalam kegiatan ini juga terjalin penandatanganan kerja sama antara tiga institusi yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan diwakilkan oleh Dekan FIP Aip Badrujaman, Global Network Profesional yaitu platform kolaboratif yang mempertemukan para akademisi, inovator, pendidik, dan profesional dari seluruh dunia yang diwakilkan oleh Tien Chin-Wang dan Muhammad Ghalih serta Kaohsiung Friends of Indonesia merupakan sebuah organisasi nirlaba yang memfasilitasi berbagai pelatihan dan kegiatan sosial untuk para tenaga kerja Indonesia di Taiwan yang diwakilkan oleh Wei-shih Tsay Susan Tsay.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi paparan dan diskusi dari narasumber diantaranya Saratchan Ploybut (Head of GNPRO, Thailand), Tien Chin Wang (Founder and Head of GNPRO, Taiwan), Karta Sasmita (Vice Dean at Faculty of Education, UNJ), Atul Kumar (Registrar Dnyan Prasad Global University, Pune, India), Le Thanh Lanh (Dean of the Faculty of IT, Dong Nai University of Technology, Vietnam), Asif Khan (CEO and Founder, ANScieintistsy.INC. Taiwan), Najelaa Shihab (Founder of Semua Guru, Indonesia), dan Gina Rahmalia Ginandjar (Manager of Learning Partnership, PT Kereta Api Indonesia, Indonesia).