Prodi Pendidikan Seni Rupa UNJ dan Gugus SD Mekarwaru Indramayu Gagas Program Edu-Art untuk Bangun Potensi Seni Anak

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Fakultas Teknik UNJ Kembali Raih Predikat…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Fragmen Suara Abadi, Resital Mahasiswa Pendidikan Musik FBS UNJ

UNJ Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Royal Thai Army untuk Pengembangan SDM

Dua Mahasiswi UNJ Berhasil Taklukkan Puncak Gokyo Ri Nepal

UNJ Umumkan Lapor Diri PPG Guru Tahun Akademik 2025/2026

Laysa Latifah, Mahasiswa UNJ yang Raih Emas di SEA Games Thailand 2025

Indramayu, Humas UNJ – Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), bekerja sama dengan Gugus Sekolah Dasar Mekarwaru, Indramayu, menyelenggarakan kegiatan bertajuk Edu-Art pada Sabtu, 17 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di SDN Bantarwaru II, Dusun Girang, Desa Tamansari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh hibah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ tahun 2025. Kegiatan dipimpin oleh Rahmawati, dengan anggota tim MC Wara Candrasari dan Leny Suryani.

Menurut Rahmawati, Edu-Art bertujuan untuk membangun kepercayaan diri dan stabilitas emosi anak-anak usia sekolah dasar melalui pendekatan seni berbasis budaya lokal.

“Kepercayaan diri dan stabilitas emosi merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia sekolah dasar. Kurangnya stimulasi kreatif dan aktivitas seni yang berbasis budaya lokal dapat berdampak pada rendahnya rasa percaya diri dan ketidakstabilan emosi,” jelasnya.

Melalui pelatihan keterampilan batik lukis berbasis kearifan lokal, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi edukatif yang efektif dalam mendukung perkembangan psikososial anak sejak dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Edu-Art dapat berfungsi sebagai media terapi yang membantu anak mengekspresikan emosi, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Rahmawati juga menambahkan bahwa pelatihan seni sebagai terapi kontemporer memungkinkan anak untuk mengembangkan kepercayaan diri melalui eksplorasi kreativitas tanpa tekanan.

Selain itu, kegiatan ini mendukung implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa untuk mengembangkan kompetensi pedagogik dan keilmuan melalui pengabdian masyarakat. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran berbasis proyek, serta mengasah keterampilan lunak (soft skills) dan keterampilan teknis (hard skills).

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, antara lain:

IKU 2: Memberikan pengalaman di luar kampus bagi mahasiswa,
IKU 3: Melibatkan dosen dalam kegiatan berbasis masyarakat,
IKU 5: Menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya dalam pendidikan seni di sekolah dasar.

Secara keseluruhan, Edu-Art berfokus pada pemberdayaan pendidikan seni di sekolah dasar, pelestarian budaya lokal melalui batik, peningkatan dampak sosial-psikologis bagi siswa, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan seni berbasis masyarakat.