Humas UNJ, Jakarta– Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil meraih predikat Juara Umum Anugerah Indikator Kinerja Utama (IKU) UNJ Tahun 2024. FEB unggul dalam perolehan capaian IKU di antara seluruh fakultas di UNJ. Posisi kedua diraih oleh Fakultas Teknik (FT), disusul oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebagai juara ketiga.
Pengumuman tersebut disampaikan setelah penandatanganan kontrak kinerja antara Rektor UNJ dengan seluruh pimpinan unit kerja, yang menjadi bagian dari penutupan Rapat Kerja (Raker) UNJ Tahun 2025 pada Kamis, 8 Mei 2025.
Prof. Fahrurrozi, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi, membacakan langsung hasil penilaian Anugerah IKU. Ia menjelaskan bahwa penghargaan diberikan dalam dua kategori, yaitu Juara per-IKU dan Juara Umum. Penilaian melibatkan berbagai unit kerja, termasuk Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, serta Satuan Penjaminan Mutu (SPM).

“Total terdapat 11 IKU yang dinilai, sembilan berasal dari Kementerian dan dua tambahan dari UNJ, yaitu tentang tata kelola dan internasionalisasi,” jelas Prof. Fahrurrozi.
Berikut daftar peraih penghargaan IKU 2024:
- IKU 1: Tidak ada pemenang (target tidak tercapai)
- IKU 2 : FEB
- IKU 3 : FT
- IKU 4 : FEB
- IKU 5 : FT
- IKU 6 : FIKK
- IKU 7 : FMIPA
- IKU 8 : FMIPA
- IKU 9 : Tidak ada pemenang
- IKU 10 : Tidak ada pemenang
- IKU 11 : FEB
Atas pencapaian tersebut, FEB dinobatkan sebagai Juara Umum. Adapun hadiah penghargaan yang diberikan adalah sebesar Rp200 juta untuk Juara I, Rp150 juta untuk Juara II, dan Rp100 juta untuk Juara III. “Untuk penghargaan kategori per-IKU masih dalam tahap diskusi lebih lanjut,” ujar Prof. Fahrurrozi.
Dalam sambutan penutupnya, Rektor UNJ Prof. Komarudin mengucapkan apresiasi kepada seluruh jajaran dekanat atas kerja keras dalam mengejar capaian IKU. Ia mengingatkan bahwa meski penghargaan internal telah diberikan, masih ada potensi Anugerah Dikti dari kementerian yang juga mengacu pada capaian IKU nasional.
“Para Wakil Rektor harus mencermati secara seksama tanggung jawab terhadap masing-masing IKU. Kita perlu memetakan indikator mana yang memiliki peluang besar untuk mendorong UNJ meraih prestasi di tingkat nasional,” ujar Prof. Komarudin.
Ia juga menyampaikan bahwa UNJ mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek karena dikenal sebagai kampus yang gercep (gerak cepat) dalam merespons kebijakan dan tantangan.

“Label gercep harus dibuktikan melalui capaian kinerja. Evaluasi triwulan perlu dilakukan agar tidak terjadi ketertinggalan data di akhir tahun,” tegasnya.
Terkait hadiah Anugerah IKU, Prof. Komarudin menegaskan bahwa dana tersebut akan masuk dalam POK (program dan kegiatan) masing-masing fakultas dan digunakan untuk penguatan kelembagaan, bukan untuk keperluan pribadi.
Menutup raker, ia mengajak seluruh peserta untuk tetap semangat dan konsisten memajukan UNJ sesuai bidang kerja masing-masing. “Mari kita terus jaga kolaborasi dan semangat untuk membawa UNJ menjadi universitas unggul dan berdampak,” pungkasnya.