Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali mempertegas komitmennya sebagai kampus ramah disabilitas melalui regenerasi kepemimpinan pada organisasi Relawan Disabilitas (Redis) UNJ. Dalam pemilihan yang berlangsung khidmat di Gedung Ki Hajar Dewantara lantai 3, Selasa, 10 Februari 2026, Hani Aulia Fitri resmi terpilih sebagai Ketua Umum Redis UNJ periode 2026-2027.
Hani, mahasiswi program studi Manajemen Pendidikan, akan didampingi oleh Prila Ahdanila dari program studi Pendidikan Khusus sebagai Wakil Ketua. Pasangan ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam konsolidasi kader dan peningkatan kualitas layanan pendampingan bagi mahasiswa disabilitas di lingkungan kampus.
Kepala BP3 UNJ, Prof. Johansyah Lubis, dalam sambutannya menekankan bahwa peran relawan bukan sekadar bantuan teknis, melainkan bentuk nyata penguatan karakter mahasiswa. Ia menyoroti tantangan akademik dan non-akademik yang kerap dihadapi mahasiswa disabilitas.
“Tidak semua mahasiswa memiliki kemauan dan waktu untuk membantu sesamanya. Relawan ini mencurahkan pikiran dan tenaga bagi teman-temannya yang memiliki hambatan. Ini adalah langkah luar biasa dalam membangun empati dan karakter mahasiswa di UNJ,” ujar Prof. Johansyah saat membuka acara.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Relawan Disabilitas UNJ sekaligus Koordinator Pusat PPVSBLD, Dr. Lalan Erlani, mengingatkan pentingnya perubahan paradigma dalam memandang disabilitas. Merujuk pada UU No. 8 Tahun 2016 dan konvensi internasional Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD), ia menegaskan bahwa akses pendidikan adalah hak asasi yang mutlak.
“UNJ berkomitmen penuh memberikan dukungan maksimal demi mewujudkan lingkungan kampus yang benar-benar ramah disabilitas. Kehadiran Redis adalah instrumen vital dalam mewujudkan misi tersebut,” tegas Dr. Lalan.
Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini dihadiri oleh perwakilan relawan dari seluruh fakultas di UNJ. Redis UNJ merupakan organisasi yang berfokus pada pendampingan aktivitas pembelajaran mahasiswa disabilitas, konsolidasi kader inklusivitas di tingkat universitas, dan pembangunan kesadaran aksesibilitas di lingkungan kampus. Dengan terpilihnya kepengurusan baru, Redis UNJ diharapkan terus berkembang menjadi garda terdepan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang setara bagi seluruh sivitas akademika.