Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Rabu, 5 November 2025, bertempat di Gedung Olahraga lantai 3, Kampus B UNJ.
Kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi UNJ karena merupakan pelantikan PPPK dengan jumlah peserta terbanyak yang pernah dilaksanakan di lingkungan universitas. Sebanyak 343 pegawai dilantik, terdiri atas 11 dosen dan 332 tenaga kependidikan (tendik). Adapun rincian formasi tendik adalah sebagai berikut:
Penata Layanan Operasional: 121 orang
Pengelola Layanan Operasional: 16 orang
Pengadministrasi Perkantoran: 69 orang
Operator Layanan Operasional: 110 orang
Pengelola Umum Operasional: 16 orang

Acara diawali dengan pembacaan basmalah dan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” secara khidmat. Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UNJ Prof. Komarudin, Ketua Senat Akademik Universitas, para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas, para kepala lembaga, dekan fakultas, direktur Sekolah Pascasarjana, para direktur direktorat, serta seluruh pimpinan unit kerja di lingkungan UNJ.
Dalam sambutannya, Prof. Komarudin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan ini dan menekankan pentingnya profesionalisme serta tanggung jawab dalam mengemban amanah sebagai bagian dari keluarga besar UNJ.
“Ini adalah peristiwa bersejarah bagi UNJ, pelantikan PPPK dengan jumlah yang begitu besar. Ini merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan diangkatnya saudara-saudara menjadi pegawai pemerintah, maka tanggung jawab dan pengabdian yang dijalankan bukan hanya untuk UNJ, tetapi juga untuk bangsa dan negara,” ujar Prof. Komarudin.

Ia juga mengingatkan agar para pegawai yang baru dilantik menunjukkan kinerja terbaik, menjaga disiplin, serta berkomitmen terhadap nilai-nilai integritas dan pelayanan publik.
“Jangan berbahagia secara berlebihan, karena pelantikan ini adalah awal dari tanggung jawab besar. Tunjukkan kinerja terbaik dan cintailah UNJ seperti rumah sendiri. Kinerja Anda adalah cerminan kualitas UNJ,” pesannya.
Lebih lanjut, Rektor UNJ menekankan pentingnya kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan dalam menjaga produktivitas serta meningkatkan citra universitas.
“Kalau kinerja kita produktif dan melampaui standar, maka citra UNJ akan semakin baik, dan kesejahteraan pun, insya Allah, ikut meningkat. Mari kita wujudkan UNJ yang unggul, berdaya saing, dan membanggakan,” tutupnya.

Pelantikan ini menjadi wujud nyata komitmen UNJ dalam meningkatkan tata kelola sumber daya manusia yang profesional, berkinerja tinggi, dan berintegritas, sejalan dengan visi UNJ sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Usai kegiatan, beberapa pegawai yang dilantik menyampaikan kesan dan harapan mereka. Firman Adhy Nugroho, salah satu staf UNJ, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Rasanya seperti menuntaskan perjalanan panjang yang penuh liku. Setelah sekian lama mengabdi dengan segala keterbatasan dan ketidakpastian, akhirnya hari ini kerja keras itu terbayar. Ada rasa syukur yang mendalam karena perjuangan bertahun-tahun diakui secara resmi oleh negara. Ini bukan sekadar status, tapi penghargaan atas pengabdian dan kesetiaan.”

Sementara itu, Sentyaki menyampaikan bahwa pelantikan ini memiliki makna mendalam bagi keluarganya.
“Bagi saya, ASN PPPK bukan sekadar status, tetapi wujud kecintaan terhadap orang tua, istri, anak, dan keluarga. Sebelum pelantikan, saya teringat almarhum papa yang dulu bekerja sebagai sopir dan mama yang hanya ibu rumah tangga. Saya berharap ini bisa mengangkat derajat mereka.”
