Jakarta, Humas UNJ — Keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh ketekunan, komitmen, dan doa. Hal ini tercermin dalam sosok Salma Maharani, wisudawan terbaik Program Magister Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP), Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (SPs UNJ), yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88 dan menyelesaikan studi tepat waktu dengan dukungan penuh dari Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).
Salma membagikan kisah perjuangannya dalam acara Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Gelombang Kedua di Sesi Kedua, yang digelar pada Selasa, 28 Oktober 2025 di Gedung Olahraga UNJ, Jakarta Timur.
“Saya menempuh studi S2 di PEP UNJ dengan beasiswa penuh dari BPI. Selama kuliah, saya aktif mengikuti perkuliahan, terlibat dalam penelitian bersama dosen, menulis artikel ilmiah baik nasional maupun internasional, serta berpartisipasi dalam beberapa konferensi internasional. Dari situ, saya menghasilkan sejumlah publikasi di tingkat nasional dan internasional,” ungkap Salma.
Ketertarikan Salma terhadap bidang penelitian dan evaluasi pendidikan bermula saat ia bergabung dalam payung riset yang dipimpin oleh Riyan Arthur. “Bidang ini menarik perhatian saya karena berkaitan dengan pengukuran dan evaluasi pendidikan, khususnya pendidikan vokasional. Selain itu, bidang ini bersifat multidisiplin dan masih linear dengan latar belakang pendidikan saya,” jelasnya.
Motivasi terbesar Salma untuk berprestasi berasal dari tanggung jawab atas beasiswa yang diterimanya. “Sebagai penerima beasiswa, saya merasa harus bertanggung jawab atas kepercayaan dan pembiayaan dari negara. Itu menjadi motivasi utama saya untuk memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Salma mengaku bahwa cita-cita untuk melanjutkan studi dengan beasiswa sudah tumbuh sejak masa kuliah S1. Ia mempersiapkan diri dengan mengikuti lomba, penelitian, dan publikasi ilmiah. “Pertama kali saya dipercaya bergabung dalam payung riset Bapak Riyan Arthur. Dari situ saya banyak belajar menulis artikel terindeks SINTA dan prosiding internasional terindeks Scopus,” tuturnya.
Pengalaman tersebut kemudian ia tuangkan dalam esai pendaftaran beasiswa. Setelah melalui seleksi berkas dan wawancara ketat dengan tiga panelis, Salma dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia tahun 2023, mengungguli ribuan pendaftar lainnya.
Menurut Salma, konsistensi dan komitmen merupakan kunci utama dalam meraih predikat wisudawan terbaik. “Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi belajar. Caranya dengan terus mengingat komitmen dan alasan saya memulai perjalanan ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur kepada pihak-pihak yang berperan besar dalam kesuksesannya. “Yang pertama tentu izin Allah SWT, kemudian guru-guru saya, terutama Bapak Riyan Arthur yang selalu membimbing dan memberikan kesempatan belajar. Juga kedua orang tua saya yang tidak pernah berhenti berdoa, serta teman-teman dekat yang selalu mendukung,” ucapnya.
Selain prestasi akademik, Salma juga aktif sebagai presenter dalam konferensi internasional. Ia telah menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal nasional terindeks SINTA 2 dan prosiding internasional bereputasi Scopus.
Salma menyusun tesis yang berjudul “pengembangan instrumen HOTS mekanika teknik di SMK Program Keahlian Teknologi Konstruksi dan Properti berfokus pada kalibrasi item soal HOTS yang terstandar untuk meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran di SMK”.
Sebagai wisudawan terbaik, Salma berpesan kepada mahasiswa lain untuk terus menjaga semangat dan disiplin. “Konsisten dan komitmen adalah kunci. Tidak ada perjalanan yang mudah, jadi lakukan yang terbaik setiap harinya dan jangan berhenti berdoa,” pesannya.
Ke depan, Salma berencana melanjutkan studi ke jenjang doktoral dan meniti karier sebagai akademisi di bidang penelitian dan evaluasi pendidikan.
Dengan prestasinya, Salma membuktikan bahwa integritas akademik, tanggung jawab, dan dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dapat membawa seseorang mencapai puncak prestasi.
“Tidak semua perjalanan harus sempurna. Yang penting, tetaplah berjalan dengan niat baik, kerja keras, dan keyakinan bahwa ilmu akan selalu menemukan jalannya,” tutupnya.