Jakarta, Humas UNJ — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali memperkuat komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik berwawasan global melalui penyelenggaraan The Eurasia International Course 2026 Sesi 8 pada 4 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hibrid ini mengangkat tema “Towards a New Community: Its Necessity & Meaning” dengan menghadirkan Prof. Chung Joon Kon, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Eurasia Foundation (from Asia) dari Jepang, sebagai narasumber utama.
Sesi kedelapan ini dilaksanakan di Ruang Serba Guna, Gedung K FISH UNJ, serta diikuti secara daring oleh peserta yang terhubung melalui platform virtual. Kegiatan dipandu oleh Mega Ayu Permatasari sebagai moderator, dengan dukungan Dianni Risda dari Sastra Jepang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai penerjemah bahasa Jepang. Format hybrid tersebut membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika untuk terlibat dalam diskusi internasional yang relevan dengan dinamika masyarakat global saat ini.
Dalam pemaparannya, Prof. Chung Joon Kon menekankan pentingnya membangun pemahaman baru tentang komunitas di tengah perubahan dunia yang semakin kompleks. Ia menjelaskan bahwa komunitas tidak hanya dapat dipahami sebagai kumpulan individu dalam batas geografis atau negara, tetapi juga sebagai ruang relasi yang dibangun melalui nilai kemanusiaan, keterbukaan, harmoni, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Prof. Chung juga memperkenalkan visi Eurasia Foundation (from Asia) yang berfokus pada kontribusi terhadap penghapusan konflik dunia dan penciptaan masyarakat yang damai serta harmonis. Menurutnya, komunitas baru perlu dibangun dengan melampaui berbagai “dinding” lama, baik dinding internal dalam cara berpikir manusia maupun dinding sistemik yang terbentuk melalui struktur sosial dan politik. Dalam konteks ini, komunitas baru bukan berarti meniadakan peran negara, tetapi mendorong manusia untuk menata ulang hubungan sosial agar lebih inklusif, damai, dan berorientasi pada masa depan bersama.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa kehidupan manusia selalu bergerak di antara dua aktivitas utama, yaitu kepemilikan dan relasi. Kepemilikan berkaitan dengan kebutuhan, keinginan, teknologi, dan kesejahteraan, sedangkan relasi berkaitan dengan keteraturan, harmoni, organisasi, dan komunitas. Prof. Chung menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan pembangunan ekonomi tidak akan cukup tanpa kualitas relasi sosial yang sehat. Oleh karena itu, dunia membutuhkan komunitas yang mampu menjembatani perbedaan dan memperkuat solidaritas lintas budaya.
Diskusi juga mengaitkan konsep komunitas baru dengan tiga perspektif utama, yaitu waktu, ruang, dan manusia. Melalui perspektif tersebut, peserta diajak memahami bahwa perubahan global menuntut cara pandang yang lebih terbuka dalam melihat hubungan antarindividu, antarmasyarakat, dan antarbangsa. Asia dan Eurasia diposisikan sebagai kawasan penting yang memiliki keragaman sejarah, budaya, populasi, dan potensi besar dalam membangun dialog global yang lebih setara.
Penyelenggaraan sesi ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dan UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Quality Education, melalui penyediaan pembelajaran internasional yang memperkaya wawasan mahasiswa, SDG 16 Peace, Justice and Strong Institutions, melalui penguatan gagasan tentang perdamaian, harmoni, dan masyarakat inklusif, serta SDG 17 Partnerships for the Goals, melalui kolaborasi akademik lintas negara bersama Eurasia Foundation.
Melalui Eurasia International Course 2026, FISH UNJ terus menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguatan akademik, tetapi juga pada pembentukan perspektif global, kesadaran sosial, dan kepedulian terhadap masa depan kemanusiaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memperkuat reputasi UNJ sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring internasional, mendorong dialog lintas budaya, serta berkontribusi pada pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat global.