Sentuhan Sport Science Dosen FIKK UNJ di Balik Gelar Juara Timnas Putri Indonesia pada Piala AFF 2026

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Peringatan Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Soft…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Menaker Dorong Sinergi LPTK dan Industri untuk Perkuat Daya Saing Lulusan MIPA

FMIPA UNJ Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan AMLI 2026, Menaker RI Tekankan Pentingnya Lulusan Siap Kerja

Dosen FIP UNJ Dampingi Guru TK IGTKI Kota Bekasi Kembangkan Pembelajaran Literasi Digital Berbasis Deep Learning

UNJ Kembangkan Sistem IoT Deteksi Dini Banjir dan Perkuat Kader Digital di Nagari Pangian Sumbar

Dosen Fakultas Psikologi UNJ Edukasi Orang Tua tentang Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

JAKARTA, Humas UNJ — Gelar juara Piala ASEAN Football Federation (AFF) Putri 2026 yang diraih Tim Nasional Putri Indonesia setelah mengalahkan Laos dengan skor 5-0 di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (22/7/26), tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis para pemain di lapangan. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat proses pembinaan yang melibatkan pendekatan ilmu keolahragaan, termasuk peran Muchtar Hendra Hasibuan, dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (Prodi PJKR FIKK UNJ), yang dipercaya sebagai Pelatih Fisik Tim Nasional Putri Indonesia.

Indonesia memastikan gelar juara setelah mengalahkan Laos dengan skor 5-0 pada partai final yang berlangsung di Kuala Lumpur Football Stadium, Malaysia. Kemenangan itu menjadi penutup perjalanan tim yang tampil konsisten sepanjang turnamen dan menunjukkan peningkatan dari sisi permainan maupun kondisi fisik.

Sebagai pelatih fisik, Muchtar bertanggung jawab merancang program latihan yang bertujuan meningkatkan daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan, serta proses pemulihan pemain. Program tersebut disusun berdasarkan pendekatan sport science, yang mengintegrasikan pengukuran kondisi fisik, pengaturan beban latihan, dan evaluasi kebugaran agar setiap pemain mampu tampil optimal selama kompetisi.

Dalam sepak bola modern, aspek fisik menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi performa tim. Intensitas pertandingan yang tinggi menuntut pemain memiliki kemampuan mempertahankan konsentrasi, kecepatan, dan daya tahan hingga peluit akhir dibunyikan. Karena itu, latihan fisik tidak hanya berorientasi pada peningkatan kebugaran, tetapi juga pada pencegahan cedera dan percepatan pemulihan setelah pertandingan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Tim Nasional Putri Indonesia selama menjalani pemusatan latihan. Dengan kondisi fisik yang terjaga, para pemain mampu menjalankan strategi permainan secara konsisten hingga akhirnya mengamankan gelar juara.

Dekan FIKK UNJ, Prof. Nofi Marlina Siregar, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muchtar sebagai bagian dari tim kepelatihan nasional. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada dosen FIKK UNJ menunjukkan bahwa kompetensi akademik yang dikembangkan di perguruan tinggi memiliki relevansi dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

“Keberhasilan salah satu dosen FIKK UNJ menjadi bagian dari tim kepelatihan nasional menunjukkan bahwa kompetensi akademik yang dimiliki sivitas FIKK UNJ mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan prestasi olahraga Indonesia di tingkat internasional,” ujar Prof. Nofi.

Ia menambahkan, pengalaman dosen yang terlibat langsung dalam pembinaan atlet nasional menjadi nilai tambah bagi proses pembelajaran di kampus. Pengalaman tersebut dapat dibagikan kepada mahasiswa melalui perkuliahan maupun kegiatan akademik lainnya sehingga mereka memperoleh gambaran mengenai penerapan ilmu keolahragaan dalam pembinaan atlet profesional.

Keterlibatan dosen dalam tim nasional juga mencerminkan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan. Bagi bidang keolahragaan, kontribusi tersebut diwujudkan dalam pendampingan atlet, pengembangan metode latihan, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga prestasi.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga dinilai semakin penting di tengah perkembangan olahraga yang mengandalkan dukungan ilmu pengetahuan. Kehadiran akademisi dalam lingkungan pembinaan atlet membuka peluang pemanfaatan riset, teknologi, dan inovasi untuk meningkatkan kualitas latihan sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat regional maupun internasional.

Bagi UNJ, keterlibatan dosen dalam pembinaan Tim Nasional Putri Indonesia memperlihatkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan, tetapi juga berkontribusi secara langsung dalam pembangunan olahraga nasional. Pengalaman tersebut menjadi jembatan antara teori yang dipelajari di ruang kuliah dengan praktik di lapangan.

Keberhasilan Muchtar Hendra Hasibuan bersama Tim Nasional Putri Indonesia diharapkan semakin memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia olahraga. Melalui penerapan sport science, kolaborasi kelembagaan, dan pengembangan sumber daya manusia, FIKK UNJ terus mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga Indonesia sekaligus mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional.