SPI dan FEB UNJ Gelar Pelatihan Bisnis, Keuangan, dan Digitalisasi Pada Masyarakat di Desa Bulak Indramayu

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Pengumuman
  4. »
  5. UKT UNJ 2024 TIDAK NAIK

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Kawal Akreditasi Unggul, UNJ Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Institusi Berbasis Aturan Terbaru

Perkuat Jejaring Akademik Global, Dua Guru Besar UNJ Jadi Keynote Speaker Konferensi Internasional DCEST 2026 di Vietnam

Peringatan Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Soft Launching Dies Natalis ke-62 dan Penyaluran Bantuan UKT Mahasiswa dari Rumah Amal UNJ

UNJ Luncurkan Innovation Challenge 2026 untuk Perkuat Ekosistem Inovasi Berdampak

Dukung Kemdiktisaintek, UNJ Jadi Lokasi Seleksi Cakepsek dan Cawakepsek SMA Unggul Garuda

Indramayu, Humas UNJ — Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis kreativitas dan teknologi, Satuan Pengawasan Internal (SPI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Bulak, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada 11 Juni 2025. Mengusung tema “Desa Bulak Menuju Ekonomi Kreatif dan Berkelanjutan: Edukasi Bisnis, Keuangan dan Digitalisasi,” kegiatan ini dilaksanakan di Aula Desa Bulak dan dihadiri oleh puluhan pelaku usaha mikro, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara SPI UNJ, FEB UNJ, dan Pemerintah Desa Bulak. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas masyarakat dalam bidang kewirausahaan, literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai fondasi pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua SPI UNJ, Adam Zakaria, yang menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam mengawal transformasi sosial-ekonomi di tingkat akar rumput.
“Perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga mitra strategis masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Adam dalam sambutannya.

Dari pihak desa, Sekretaris Desa Bulak, Resi Dwi Atmaja, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada UNJ atas inisiatif dan pendampingan berkelanjutan yang diberikan kepada masyarakat. Ia berharap pelatihan ini bisa menjadi titik awal bagi pelaku UMKM Desa Bulak untuk naik kelas dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital.

Program PkM ini terdiri dari tiga sesi pelatihan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat desa, yaitu: Pelatihan Penyusunan Proposal Bisnis dan Perpajakan bagi UMKM
yang disampaikan oleh Gentiga Muhammad Zairin yang merupakan dosen FEB UNJ. Pada sesi ini membantu peserta memahami strategi merancang proposal usaha yang aplikatif serta memberikan edukasi dasar terkait perpajakan dalam aktivitas UMKM. Materi ini penting untuk meningkatkan akses pendanaan dan kepatuhan pajak para pelaku usaha desa.

Berikutnya, Pelatihan Penggunaan Aplikasi Laporan Keuangan UMKM yang dipandu oleh Ayatulloh Michael Musyaffi yang merupakan dosen FEB UNJ. Pada sesi ini memperkenalkan peserta pada praktik pencatatan keuangan berbasis digital melalui aplikasi sederhana yang dapat mempermudah penyusunan laporan keuangan secara akurat dan efisien.

Lalu Pelatihan Pembuatan Konten Marketing Digital yang diberikan oleh Bangun Indra Pratama selaku CEI Bangunmoto yang juga alumni FEB UNJ. Pada sesi ini membekali peserta dengan keterampilan dasar dalam membuat konten promosi yang menarik di media sosial. Strategi ini penting dalam meningkatkan visibilitas dan daya saing produk lokal di pasar digital.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi media edukasi, tetapi juga bagian dari misi jangka panjang UNJ dalam mewujudkan desa percontohan yang menggabungkan nilai-nilai kearifan lokal dengan inovasi berbasis ekonomi kreatif dan digitalisasi.

Melalui program ini, SPI dan FEB UNJ menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang pengentasan kemiskinan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta inovasi dan infrastruktur.

“Kami berharap Desa Bulak dapat menjadi model desa yang berdaya dan berkelanjutan, melalui kolaborasi lintas sektor yang produktif,” ujar Adam Zakaria menutup kegiatan.