SPI UNJ Dorong Digitalisasi UMKM Desa Bulak Indramayu melalui Sistem Point of Sales

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Tuan Rumah Sarasehan Diaspora Indramayu,…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Mengenal Batavia Team UNJ, Wadah Inovasi Kendaraan Hemat Energi dan Mobilitas Berkelanjutan

UNJ Tuan Rumah Sarasehan Diaspora Indramayu, Bahas Pengembangan Potensi Daerah

Dit. Mawani UNJ Apresiasi Peran Ormawa dan Opmawa Sukseskan PKKMB 2026

Kembangkan Layanan Kesehatan dan Sport Science, UNJ Resmikan UUK Pusat Rehabilitasi Medik

UNJ dan Royal University of Bhutan Jajaki Kerja Sama di Bidang Pendidikan

INDRAMAYU, Humas UNJ – Satuan Pengawas Internal Universitas Negeri Jakarta (SPI UNJ) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bulak, Indramayu, meningkatkan tata kelola usaha melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi sistem Point of Sales (POS) untuk membantu pelaku UMKM mengelola transaksi secara lebih efektif, akurat, dan transparan.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Desa Bulak, Indramayu, tersebut digelar pada 7 Agustus 2026 di Aula Desa Bulak. Sosialisasi menghadirkan Tabah Pangestu sebagai narasumber dan berfokus pada pengenalan fungsi serta manfaat sistem POS melalui aplikasi Kasir Pintar dalam pengelolaan bisnis UMKM.

Ketua SPI UNJ, Adam Zakaria, mengatakan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan usaha menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat keberlanjutan ekonomi masyarakat.

“Digitalisasi perekonomian melalui penerapan teknologi Point of Sales (POS) menjadi pilar penting untuk efisiensi operasional, transparansi finansial, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Keterkaitannya dengan Sustainable Cities and Communities tercermin melalui upaya menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat yang inklusif, adaptif terhadap teknologi, dan berdaya saing,” ujar Adam.

Menurutnya, sektor UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat di tingkat lokal. Namun, sebagian pelaku usaha masih mengandalkan pencatatan transaksi secara manual yang berpotensi menimbulkan kesalahan dan menyulitkan proses pemantauan maupun analisis keuangan.

Melalui sistem POS, pencatatan transaksi dapat dilakukan secara lebih terstruktur. Data penjualan juga dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengetahui perkembangan bisnis, mengelola stok, serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang lebih akurat.

Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Penguasaan teknologi diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat transparansi dan tata kelola usaha.

Bagi Desa Bulak, penguatan kapasitas UMKM menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas peluang pengembangan bisnis.

Kegiatan ini juga memperkuat kontribusi UNJ dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan pelaku UMKM, UNJ berupaya mendorong pemanfaatan teknologi sebagai instrumen penguatan ekonomi lokal.

Dengan meningkatnya kemampuan digital pelaku UMKM, diharapkan usaha masyarakat Desa Bulak dapat berkembang lebih tertata, efisien, dan berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama membangun komunitas yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi di era digital