Tim Peneliti FT UNJ Serahkan Inovasi Media Pelatihan Pengelasan SMAW bagi Disabilitas ke Sentra Terpadu Inten Soewono

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Tuan Rumah Sarasehan Diaspora Indramayu,…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Mengenal Batavia Team UNJ, Wadah Inovasi Kendaraan Hemat Energi dan Mobilitas Berkelanjutan

UNJ Tuan Rumah Sarasehan Diaspora Indramayu, Bahas Pengembangan Potensi Daerah

Dit. Mawani UNJ Apresiasi Peran Ormawa dan Opmawa Sukseskan PKKMB 2026

Kembangkan Layanan Kesehatan dan Sport Science, UNJ Resmikan UUK Pusat Rehabilitasi Medik

UNJ dan Royal University of Bhutan Jajaki Kerja Sama di Bidang Pendidikan

BOGOR, Humas UNJ — Tim peneliti dari Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin (PTM), Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) secara resmi menyerahkan 4 (empat) produk inovasi media pembelajaran pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) vokasional kepada Sentra Terpadu Inten Soewono (STIS) Kementerian Sosial RI pada Rabu, 19 Agustus 2026 di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan Diseminasi dan Penyerahan Produk Media Pelatihan Pengelasan SMAW Vokasional Disabilitas ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk mendukung terwujudnya program vokasional disabilitas yang inklusif, aksesibel, dan berkeadilan bagi penyandang disabilitas sensorik dan fisik.

Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala STIS, Romal Sinaga, dan Kepala Bagian Tata Usaha STIS, Fepi Rubianti, dan Instruktur. Dari pihak akademisi, hadir Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin (PTM) UNJ, Imam Mahir, Ketua Tim Peneliti Hari Din Nugraha dan Anggota Peneliti Aam Amaningsih Jumhur, jajaran dosen pembimbing, serta tim peneliti mahasiswa UNJ.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan pimpinan, paparan diseminasi, pemutaran video hasil penelitian, penandatanganan MoU, penyerahan Giant Card produk, hingga penyerahan plakat penghargaan.

Penelitian Program vokasional disabilitas ini diketuai oleh Hari Din Nugraha dengan tujuan untuk merespons tantangan nyata yang dihadapi peserta pelatihan vokasional disabilitas fisik dan sensorik di STIS.

“Kegiatan diseminasi ini bertujuan utama mendukung terwujudnya program vokasional disabilitas yang inklusif, aksesibel, dan berkeadilan bagi penyandang disabilitas sensorik dan fisik. Seluruh produk dirancang berbasis riset komprehensif untuk menjawab kebutuhan nyata praktik di lapangan,” ujar Hari Din Nugraha.

Adapun 4 Inovasi Utama yang Diserahkan antara lain adalah, Meja Las Adjustable Berbasis Inklusi yang merupakan meja kerja ergonomis yang posisi dan ketinggiannya fleksibel disesuaikan dengan kondisi fisik peserta, memastikan peserta dengan keterbatasan mobilitas tetap dapat berpraktik secara aman dan mandiri. Produk inovasi berikutnya adalah Media Simulator Pengelasan SMAW Portabel Low-Cost yang merupakan Alat simulator portabel yang terjangkau untuk pengalaman belajar awal tanpa risiko cedera, sekaligus hemat biaya bahan latihan. Kemudian Modul Pengelasan SMAW Fillet Berbasis Augmented Reality (AR): yaitu media interaktif visual berbasis AR yang memperjelas teknik pengelasan secara detail, efektif menjembatani keterbatasan pemahaman abstrak. Serta Video Microlearning Berbahasa Isyarat: yang merupakan media pembelajaran mandiri berbentuk video ringkas berbahasa isyarat sebagai bahasa utama bagi peserta rungu-wicara.
 
Kepala STIS, Romal Sinaga, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi akademis dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNJ.

“Kami sangat mengapresiasi pihak tim peneliti Prodi Pendidikan Teknik Mesin FT UNJ yang telah memberikan kontribusi nyata. Semoga hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menunjang pelatihan vokasional, khususnya pada jurusan logam di Sentra Terpadu Inten Soewono,” ungkap Romal Sinaga.
 
Koordinator Prodi S1 Pendidikan Teknik Mesin FT UNJ, Imam Mahir  menegaskan bahwa riset perguruan tinggi khususnya Prodi Pendidikan Teknik Mesin FT UNJ harus hadir dan memberikan dampak nyata (impactful) bagi masyarakat.

“Penyerahan hasil riset ini menjadi wujud komitmen nyata antara akademisi dan lembaga pelayanan sosial dalam mendorong inovasi teknologi tepat guna yang dapat langsung diaplikasikan pada program vokasional disabilitas.” tambahnya.

Lebih lanjut, FT UNJ berkomitmen memastikan keberlanjutan program hingga tahap penyerapan kerja. Prodi Pendidikan Teknik Mesin UNJ akan melanjutkan penelitian pada pengembangan Training Need Analysis (TNA) agar lulusan vokasional disabilitas lebih mudah terserap di dunia industri. Dalam hal ini, Aam Amaningsih Jumhur dan team akan membuat program skema pelatihan yang presisi sesuai standar dan kebutuhan riil industri.

Sinergi program vokasional disabilitas  ini didukung oleh payung hukum Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Regulasi ini mewajibkan instansi Pemerintah, BUMN, dan BUMD mempekerjakan paling sedikit 2% tenaga kerja disabilitas dari total pegawai, serta 1% bagi Perusahaan Swasta. Hal ini menjadi jaminan kepastian hukum bagi lulusan program vokasional disabilitas untuk masuk dan berkontribusi secara nyata di dunia kerja.

Melalui MoU dan penyerahan teknologi ini, UNJ dan STIS Kemensos RI optimis dapat menciptakan Program Vokasional Disabilitas menghasilkan lulusan yang memiliki kompetesi sesuai kebutuhan industry. Produk-produk ini diharapkan menjadi alat bantu pelatihan, dan juga pintu masuk bagi peserta disabilitas untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, dan daya saing di dunia kerja maupun wirausaha mandiri.