Tim Taekwondo UNJ Raih Tiga Medali di Kejuaraan Internasional Malaysia

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Peringatan Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Soft…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

FEB UNJ Jadi Rujukan Benchmarking Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Penguatan Tata Kelola Akademik

Dosen FPsi UNJ Perkuat Ketahanan Keluarga Pemulung melalui Psikoedukasi Berbasis Resiliensi

Mahasiswa Pendidikan Tata Busana FT UNJ Kembangkan Fashion Inklusif untuk Tingkatkan Kemandirian Penyandang Disabilitas

Dosen FIKK UNJ Latih Guru PJOK Kembangkan Pembelajaran Handball-Like Games Berbasis Modifikasi

Dosen Prodi PJKR FIKK UNJ Tingkatkan Kompetensi Administrasi Pertandingan Bulutangkis bagi Masyarakat Desa Bulak

JAKARTA, Humas UNJ – Tim Taekwondo Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dalam ajang MBW International Open Taekwondo Championship 2026 yang berlangsung di N9 Arena, Nilai Indoor Stadium, Negeri Sembilan, Malaysia 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, atlet UNJ berhasil membawa pulang satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.

Medali emas diraih oleh Muhammad Sandi Andana pada kelas putra under 75 kilogram. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNJ angkatan 2024 itu mengaku bangga dapat membawa nama Indonesia dan almamaternya dalam ajang taekwondo internasional tersebut.

“Saya merasa sangat bahagia dapat membawa nama baik bangsa Indonesia dan almamater dalam ajang taekwondo bergengsi ini. Dukungan dari UNJ, pelatih, dan pembina Taekwondo menjadi bagian penting dalam pencapaian prestasi ini,” ujar Sandi.

Ia berharap dapat terus meningkatkan kemampuan dan mengharumkan nama Indonesia serta UNJ melalui berbagai kompetisi tingkat dunia ke depannya.

“Semoga setelah prestasi ini, saya dapat terus berkembang dan meraih pencapaian yang lebih tinggi,” katanya.

Sementara itu, medali perak diraih oleh Bisma Cettagema Ananta pada kelas putra under 80 kilogram. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan FIKK UNJ angkatan 2023 tersebut mencatatkan prestasi dalam debut pertamanya mengikuti pertandingan internasional dengan membawa nama Indonesia dan UNJ.

“Nilai yang menjadi pedoman saya selama pertandingan adalah terus berjuang, menguatkan mental, dan percaya bahwa kita bisa. Dukungan pelatih juga menjadi salah satu faktor penting selama proses persiapan hingga pertandingan,” ujarnya.

Menurut Bisma, pencapaian tersebut merupakan hasil dari persiapan yang telah dilakukan sejak jauh hari. Namun, ia menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama kemampuan fisik untuk memperkuat strength, power, dan endurance.

Selain medali perak di Malaysia, Bisma sebelumnya juga meraih sejumlah prestasi, antara lain medali perunggu dalam Piala Pemerintah Provinsi pada 2025, medali emas sekaligus predikat atlet terbaik dalam Prabu Challenge 8, medali perak dalam Pancasila Cup, serta medali emas dalam Dekan Cup Universitas 17 Agustus Surabaya.

Adapun medali perunggu diraih oleh Ni Wayan Bintang Pramesthi pada nomor putri under 57 kilogram. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan FIKK UNJ angkatan 2022 tersebut berhasil menempati posisi ketiga dalam kategori Female U-57 Kg.

“Prestasi ini mengajarkan bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi akan membuahkan hasil. Pengalaman ini juga memotivasi saya untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan,” ujarnya.

Ia mengatakan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNJ dan menjalani pembinaan bersama pelatih, seperti disiplin, kerja keras, pantang menyerah, sportivitas, dan tanggung jawab, menjadi bekal penting dalam menghadapi pertandingan.

“Saya sangat senang dapat menjadi perwakilan KOP Taekwondo UNJ dan berkontribusi meraih prestasi dalam kejuaraan internasional. Pertandingan ini bukan hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan, tetapi juga mengajarkan saya untuk menjaga mental, fokus, dan semangat juang dalam setiap pertandingan,” katanya.

Sebelum meraih medali perunggu di Malaysia, Bintang telah mengoleksi sejumlah prestasi, antara lain Juara I Porprov Bali XV, Juara I Porprov Bali XVI, Juara II Waein Cup Open Championship Singapura, Juara I POMPROV DKI Jakarta, Juara III POMNAS XIX, dan Juara III PON Beladiri Kudus.

Menurut Bintang, evaluasi yang perlu dilakukan setelah kompetisi adalah menjaga konsistensi, meningkatkan fokus dan kepercayaan diri, serta terus memperkuat kesiapan fisik dan mental agar mampu menampilkan performa yang lebih optimal.

Ketua KOP Taekwondo UNJ, Taqy Haidar Ammar, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet yang berhasil meraih prestasi di ajang internasional tersebut. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIKK UNJ itu menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan dan persiapan yang tidak mudah.

“Saya sangat bangga dengan perjuangan teman-teman yang berhasil meraih prestasi di Malaysia. Saya mengetahui proses yang mereka jalani tidak mudah, mulai dari latihan yang intensif, menghadapi kelelahan, hingga harus berada jauh dari keluarga. Semua proses itu akhirnya membuahkan hasil di pertandingan,” ujar Taqy.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNJ lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berprestasi di berbagai bidang.

Kepala Pembina Taekwondo UNJ, Fahmy Fachrezzy, mengatakan keikutsertaan dalam kompetisi internasional merupakan agenda rutin yang telah dijalankan oleh KOP Taekwondo UNJ. Tahun 2026 menjadi tahun keempat pelaksanaan program pertandingan internasional bagi atlet Taekwondo UNJ.

Sebelumnya, tim Taekwondo UNJ telah mengikuti pertandingan di sejumlah negara, seperti Thailand, Korea Selatan, dan Singapura. Keikutsertaan di Malaysia menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman serta meningkatkan kesiapan mental para atlet.

“Program ini diharapkan dapat terus berlanjut. Selain melatih mental, pertandingan internasional juga memberikan pengalaman bertanding yang sangat penting bagi para atlet Taekwondo UNJ,” ujar Fahmy.

Ia menambahkan, pembinaan Taekwondo di UNJ tidak hanya berorientasi pada perolehan prestasi. Program tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa serta memperluas wawasan, membangun jejaring, dan meningkatkan kemampuan organisasi.

Fahmy turut menyampaikan apresiasi kepada FIKK dan UNJ atas dukungan yang diberikan terhadap pengembangan prestasi mahasiswa melalui kegiatan Taekwondo.

“Terima kasih kepada FIKK dan UNJ yang terus mendukung kegiatan ini. Semoga program tersebut dapat terus berkembang dan membawa nama UNJ semakin berkibar di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.