Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) bagi dosen Universitas YARSI (Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia) pada Senin 9 Februari 2026. Mengingat efisiensi dan fleksibilitas, seremoni pembukaan diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dengan dihadiri oleh 20 dosen perwakilan dari berbagai fakultas di Universitas YARSI. Kegiatan Pelatihan PEKERTI bagi Dosen Universitas YARSI ini dilaksanakan mulai tanggal 9 – 13 Februari 2026.
Program PEKERTI ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Universitas YARSI dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai institusi penyelenggara yang memiliki mandat resmi dari Kemdiktisaintek dalam penyelenggaraan PEKERTI.
Dalam pembukaan tersebut, pihak Universitas Negeri Jakarta (UNJ) diwakili oleh Sekretaris Badan Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (BP3) beserta jajaran Para Koordinator Pusat. Sementara pihak Universitas YARSI dihadiri oleh Wakil Rektor IV dan Kepala Pusat SDM.

Pada kesempatan ini, Ratna Suryaratri selaku Sekretaris BP3 menyebutkan bahwa “Sebagai institusi yang mendapat mandat penyelenggaraan PEKERTI, UNJ melalui BP3 berupaya menghadirkan pelatihan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dan aplikatif. Kolaborasi dengan Universitas YARSI diharapkan dapat memperkuat kapasitas pedagogik dosen serta mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas.”
Pada sambutannya, Wakil Rektor IV Universitas YARSI, Prof. Nurul Huda mengatakan bahwa “Mayoritas peserta PEKERTI adalah dosen yang juga berprofesi sebagai dokter dan para pimpinan di Universitas YARSI. Kita tetap mempercayai kegiatan PEKERTI di UNJ dan membangun kerja sama dengan pihak UNJ, berdasarkan hasil pengamatan selama kerja sama dengan UNJ selalu berjalan sesuai dengan harapan kami.”
“Pelatihan ini adalah langkah nyata Universitas YARSI dalam memastikan setiap dosen memiliki fondasi pedagogik yang kuat. Kami ingin proses belajar mengajar di kelas—baik luring maupun daring—menjadi lebih interaktif, terukur, dan sesuai dengan perkembangan zaman, mudah-mudahan Allah SWT memudahkan kegiatan ini.” tutup Prof. Nurul Huda dalam sambutannya.
