Unila Kunjungi UNJ untuk Studi Banding PTNBH dan Tata Kelola BPU

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Pengumuman
  4. »
  5. UKT UNJ 2024 TIDAK NAIK

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Jejaring Akademik Global, Dua Guru Besar UNJ Jadi Keynote Speaker Konferensi Internasional DCEST 2026 di Vietnam

Peringatan Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Soft Launching Dies Natalis ke-62 dan Penyaluran Bantuan UKT Mahasiswa dari Rumah Amal UNJ

UNJ Luncurkan Innovation Challenge 2026 untuk Perkuat Ekosistem Inovasi Berdampak

Dukung Kemdiktisaintek, UNJ Jadi Lokasi Seleksi Cakepsek dan Cawakepsek SMA Unggul Garuda

Perkuat Integritas dan Tata Kelola, UNJ Gelar Kosinyering Strategi Pemenuhan WBK/WBBM 2026

Jakarta, Humas UNJ — Universitas Lampung (Unila) melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam rangka studi banding terkait penerapan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dan tata kelola Badan Pengelola Usaha (BPU), pada Rabu, 30 Juli 2025. Kegiatan berlangsung di ruang Rektor UNJ.

Rombongan Unila dipimpin oleh Rektor Prof. Lusmeilia Afriani, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Suripto Dwi Yuwono, serta Dekan Fakultas Kedokteran dr. Evi Kurniawaty.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Rektor UNJ Prof. Komarudin, bersama jajaran pimpinan UNJ, antara lain Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof. Ifan Iskandar; Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi Prof. Fahrurrozi; Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis Andy Hadiyanto; Sekretaris Universitas Prof. Suyono; serta Direktur Kerja Sama Rahmat Darmawan.

Dalam sambutannya, Prof. Komarudin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Unila. Ia menuturkan bahwa kerja sama antara UNJ dan Unila telah terjalin cukup lama, khususnya di bidang pendidikan.

Prof. Lusmeilia Afriani menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari proses menuju PTNBH serta pengelolaan BPU yang telah diterapkan di UNJ. “Kami ingin belajar mengenai bagaimana persiapan menjadi PTNBH. Sejauh ini, proses di Unila belum maksimal. Melalui kunjungan ini, kami berharap dapat memantapkan langkah menuju PTNBH,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan BPU di Unila saat ini masih berfokus pada pengelolaan aset dan pengembangan pendidikan melalui Yayasan Unila.

Sementara itu, Prof. Komarudin menekankan bahwa strategi menuju PTNBH memerlukan tim hukum yang kuat serta pengelolaan aset dan keuangan yang profesional. “Yang paling krusial adalah pemisahan aset seperti tanah, bangunan, dan aset lainnya, serta melakukan reevaluasi nilai aset,” jelasnya.

Kepala BPU UNJ, Widya Parimita, turut memaparkan strategi tata kelola BPU yang diterapkan di UNJ, meliputi manajemen sumber daya, optimalisasi aset, dan penataan kelembagaan. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci dalam meningkatkan pendapatan institusi.

Prof. Komarudin juga menambahkan bahwa status PTNBH memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan kelembagaan perguruan tinggi karena adanya otonomi yang lebih besar.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan pertukaran cinderamata antara kedua universitas sebagai simbol kerja sama dan silaturahmi.