Jakarta, Humas UNJ — Universitas Pu’er dari Provinsi Yunnan, Tiongkok, menjajaki peluang kerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam rangka memperkuat peran pendidikan tinggi di bidang ilmu pengetahuan, masyarakat, dan sektor industri. Pertemuan antara delegasi Universitas Pu’er dan UNJ berlangsung di Ruang VIP Rektorat UNJ pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto; Direktur Kerja Sama dan Bisnis, Rahmat Darmawan; Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI), Susilo; serta para dekan dari masing-masing fakultas di UNJ.
Andy Hadiyanto menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Universitas Pu’er ke UNJ. Ia menuturkan bahwa kerja sama antara kedua universitas dapat mencakup berbagai bidang, seperti pertukaran pelajar dan dosen, riset bersama, program gelar ganda (double degree), serta publikasi jurnal ilmiah. Menurutnya, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi kedua institusi.
Andy juga mengungkapkan harapannya agar pertemuan ini dapat dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) maupun nota kesepakatan (MoA), serta implementasi kerja sama yang konkret. Ia menambahkan bahwa UNJ saat ini tengah fokus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari upaya menuju visi World Class University (WCU).
“Dengan kehadiran para dekan hari ini, kami berharap kerja sama ini dapat langsung difokuskan pada unit-unit di masing-masing fakultas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andy menyampaikan bahwa UNJ telah menjalin banyak kerja sama dengan universitas di Tiongkok dan saat ini memiliki berbagai program internasional, seperti Immersion Camp dan Batavia Camp.

Sementara itu, Ketua Komite Administratif Universitas Pu’er, Hu Guoyun, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari UNJ. Ia mengatakan bahwa Universitas Pu’er dan UNJ memiliki kesamaan sebagai institusi pendidikan, dan pihaknya berharap dapat mempelajari berbagai hal dari UNJ untuk dikembangkan di Universitas Pu’er.
Hu Guoyun juga menyampaikan harapannya untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi dengan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, kerja sama ini bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi juga mencerminkan hubungan bilateral antara Tiongkok dan Indonesia yang telah terjalin sejak lama.
“Persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok telah terjalin sejak masa Laksamana Cheng Ho pada era Dinasti Ming. Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat hubungan kedua negara,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan, menyampaikan bahwa kerja sama di bidang pendidikan juga dapat dikembangkan menjadi kerja sama produk sebagai bagian dari hilirisasi. Ia mencontohkan Program Studi Pendidikan Seni Rupa UNJ yang memiliki mata kuliah pahat kayu, yang berpotensi menghasilkan produk bersama.
Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala KUI UNJ, Susilo, yang menambahkan bahwa UNJ saat ini memiliki komunitas Indonesia-Tiongkok yang tergabung dalam Indonesian-China Education Business Community. Komunitas ini terbentuk berkat hubungan diplomatik yang kuat dan terjaga antara kedua negara.