UNJ, ASTAF, ISTAF, dan PB PSTI Jajaki Kerja Sama Strategis untuk Penguatan SDM Sepak Takraw Bertaraf Dunia

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Refleksi Hardiknas Dalam Kilasan Pemikiran Tiga…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Dosen FT UNJ Latih UMKM Jatinegara Kaum Kembangkan Produk Singkong dan Pemasaran Digital

Dosen FT UNJ Latih Kader PKK Jatinegara Kaum Jadi Affiliate TikTok

Dua Mahasiswa UNJ Melaju ke Pilmapres Nasional 2026

Dosen UNJ Bekali Warga Kampung Melayu Keterampilan Jahit dan Pemasaran Digital

FEB UNJ Terima Benchmarking Pengembangan Magister Manajemen UAI

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat perannya dalam pengembangan olahraga prestasi nasional dan internasional melalui penjajakan kerja sama strategis dengan Federasi Sepak Takraw Asia dan dunia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan delegasi Asian Sepak Takraw Federation (ASTAF), International Sepak Takraw Federation (ISTAF), dan Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) ke UNJ pada 9 Juni 2026 di Ruang Rektor, Gedung Rektorat UNJ, Rawamangun, Jakarta.

Delegasi dipimpin langsung oleh Presiden ASTAF sekaligus tokoh penting dalam pengembangan sepak takraw dunia, Datuk Abdul Halim Bin Kader. Turut hadir Ketua Umum PB PSTI, Surianto, Sekretaris Jenderal PB PSTI Nukhrawi Nawir, serta jajaran pengurus PB PSTI dan federasi sepak takraw internasional.

Rombongan diterima oleh Rektor UNJ, Prof. Komarudin, beserta pimpinan universitas dan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNJ. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia olahraga, khususnya sepak takraw, melalui pendekatan akademik, pelatihan profesional, dan penguatan riset berbasis sains olahraga.

Salah satu fokus utama kerja sama yang dibahas adalah penyelenggaraan program pelatihan pelatih, pelatihan wasit internasional, serta pelatihan tim manajer olahraga dengan standar dan sertifikasi bertaraf dunia. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas SDM olahraga Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing sepak takraw nasional di tingkat internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Datuk Abdul Halim Bin Kader menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.

“Kami ingin kampus memiliki peran yang lebih besar dalam riset olahraga, pembinaan atlet muda, pengembangan kepelatihan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga. Kolaborasi dengan universitas menjadi kunci untuk menciptakan kemajuan sepak takraw yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain pengembangan SDM, kedua pihak juga mendiskusikan peluang kolaborasi dalam pengembangan kurikulum olahraga, penelitian performa atlet berbasis sport science, penguatan pendidikan kepelatihan, serta program sertifikasi profesi yang relevan dengan kebutuhan industri olahraga modern.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan kesiapan UNJ untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan sepak takraw nasional maupun internasional.

“UNJ memiliki komitmen kuat untuk mendukung kemajuan olahraga melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama dengan ASTAF, ISTAF, dan PB PSTI merupakan langkah strategis untuk menghadirkan sistem pembinaan olahraga yang lebih profesional, berbasis sains, dan berkelanjutan. Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan pelatih, wasit, manajer olahraga, serta atlet berkelas dunia yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Prof. Komarudin.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda penguatan sepak takraw Indonesia menjelang pengembangan berbagai program internasional, termasuk rencana penyelenggaraan Liga Sepak Takraw Indonesia 2027 yang digagas PB PSTI bersama dukungan ASTAF dan ISTAF. Sinergi antara federasi olahraga internasional, organisasi olahraga nasional, dan perguruan tinggi diharapkan mampu mempercepat transformasi sepak takraw Indonesia menuju standar kompetisi dan pembinaan kelas dunia.

Melalui kolaborasi ini, UNJ kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pengembangan olahraga nasional melalui inovasi, riset, dan penguatan sumber daya manusia yang berdampak.