UNJ dan BPOM Jalin Kolaborasi Strategis untuk Hilirisasi Produk Inovasi

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. FIP UNJ Gelar Konferensi Internasional ICELET…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

FIKK UNJ Berbagi, Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan

UNJ Dorong Desa Bulak Indramayu Jadi Desa Wisata Mandiri

UNJ Gelar Grand Final Pilmapres 2026, Ini Daftar Juaranya!

Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan, Wujud Kepedulian Sosial dan Pembinaan Karakter Mahasiswa UNJ

Terima Kunjungan Kedubes Myanmar, UNJ Tawarkan Keunggulan Program Sarjana Terapan Teknik Sipil

Jakarta, Humas UNJ– Universitas Negeri Jakarta (UNJ) membuka babak baru dalam kolaborasi strategis dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna mempercepat proses hilirisasi produk inovasi hasil riset akademik. Audiensi yang berlangsung pada Selasa, 23 September 2025, di Kantor BPOM, Jakarta, menjadi momentum penting dalam menjembatani hasil riset UNJ agar dapat terintegrasi langsung ke pasar industri.

Delegasi UNJ dipimpin oleh Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi, Prof. Fahrurozi, dan disambut langsung oleh Kepala BPOM, Prof. Taruna Ikrar, M.Biomed. Turut hadir dalam rombongan UNJ antara lain Direktur Inovasi dan Hilirisasi, R.A. Murti K. Wirasti ; Kasubdit Inovasi dan Hilirisasi, Taryudi ; Dekan Fakultas Teknik, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati; serta dua dosen peneliti, Prof. Dalia Sukmawati dan Atin Supiyatin.

Dalam sambutannya, Prof. Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi terhadap semangat inovasi yang ditunjukkan UNJ. “Kampus adalah lumbung inovasi. Agar inovasi ini dapat memberikan manfaat dan nilai ekonomi, diperlukan jejaring industri yang kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala BPOM menyatakan komitmennya untuk mendukung kerja sama ini dan bahkan menyampaikan kesediaannya untuk berkunjung ke UNJ dalam waktu dekat.

Pada kesempatan tersebut, UNJ memaparkan sejumlah produk unggulan hasil riset yang siap diajukan untuk proses hilirisasi. Fokus utama diarahkan pada tiga sektor strategis, yaitu kosmetik, obat tradisional, dan pangan olahan.

Prof. Fahrurozi menyampaikan optimisme bahwa dukungan BPOM akan mempercepat penetrasi produk inovatif UNJ ke pasar. BPOM dinilai sebagai mitra ideal karena memiliki jejaring industri yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta berperan penting dalam memastikan produk memenuhi standar keamanan dan kualitas sebelum dipasarkan secara luas.

Audiensi ini menjadi langkah konkret UNJ dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan hasil riset yang berdampak langsung terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.