UNJ dan Disnakertransgi DKI Jakarta Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Mencetak SDM Unggul Menuju Jakarta Kota Global

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Refleksi Hardiknas Dalam Kilasan Pemikiran Tiga…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Dua Mahasiswa UNJ Melaju ke Pilmapres Nasional 2026

Dosen UNJ Bekali Warga Kampung Melayu Keterampilan Jahit dan Pemasaran Digital

FEB UNJ Terima Benchmarking Pengembangan Magister Manajemen UAI

Dosen UNJ Bekali Warga Kampung Melayu Keterampilan Jahit dan Pemasaran Digital

UNJ Jajaki Kolaborasi Akademik dan Industri dengan Mitra di India

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta resmi menandatangani Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Penandatanganan berlangsung pada Selasa (7/7/26) di Gedung Mohammad Hatta Lantai 5, Sekolah Pascasarjana UNJ.

Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem kolaboratif yang mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, penguatan produktivitas, serta pengembangan program pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan agenda pembangunan berkelanjutan.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertransgi DKI Jakarta, Januar Arifin, menjelaskan bahwa penandatanganan kerja sama bertujuan membangun kemitraan lintas sektor yang memiliki dasar hukum kuat sekaligus menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia industri.

“Semoga dengan terlaksananya penandatanganan naskah kerja sama ini, kolaborasi kinerja antarpemangku kepentingan dapat semakin meningkat,” ujarnya.

Direktur Sekolah Pascasarjana UNJ, Prof. Dedi Purwana, menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi kini diukur dari kontribusi alumninya terhadap pembangunan sosial, sejalan dengan pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“Kami juga berkewajiban menyelaraskan seluruh program perguruan tinggi dengan 17 pilar Sustainable Development Goals, mulai dari bidang pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Prof. Dedi menambahkan bahwa pencapaian tujuan tersebut membutuhkan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri. Ia berharap kerja sama ini dapat berkembang melalui penyelenggaraan kuliah umum oleh para pemimpin industri, employer gathering, hingga penguatan keterhubungan antara dunia akademik dan kebutuhan riil pasar kerja.

Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin, menyampaikan bahwa transformasi Jakarta menuju kota global menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan masa depan.

“Penguatan sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dunia industri, serta lembaga non-profit adalah pondasi krusial yang harus kita perkuat bersama,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh mitra yang telah menandatangani kerja sama untuk memastikan implementasi program berjalan secara nyata dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menuju prosesi utama penandatanganan ini demi kemajuan Jakarta dan Indonesia yang lebih maju,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, yang mewakili Rektor UNJ, menegaskan bahwa sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri di Jakarta, UNJ memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung pembangunan daerah melalui penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia mengungkapkan bahwa UNJ saat ini menjadi perguruan tinggi dengan jumlah penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) terbanyak di Jakarta, yaitu lebih dari 3.000 mahasiswa. Hal tersebut menjadi modal penting dalam memperluas dampak kerja sama bagi peningkatan kualitas generasi muda Jakarta.

Andy juga menawarkan sejumlah program kolaboratif yang dapat segera diwujudkan, di antaranya pelatihan pra-kerja bagi mahasiswa, program magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta program Praktisi Mengajar yang menghadirkan para profesional dari industri dan instansi pemerintah ke ruang-ruang perkuliahan.

“Kami berkeinginan agar mahasiswa UNJ sebelum lulus sudah memiliki gambaran yang utuh dan paripurna tentang dunia kerja,” tuturnya.

Selain penguatan kompetensi kerja, UNJ juga menawarkan potensi kerja sama di bidang seni budaya dan pengembangan kemampuan bahasa asing. Sebagai perguruan tinggi yang dipercaya Kementerian Luar Negeri dalam penyelenggaraan Program Beasiswa Seni Budaya Indonesia, UNJ memiliki pengalaman memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional. Dukungan Fakultas Bahasa dan Seni yang memiliki hampir sepuluh program studi bahasa juga diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing calon tenaga kerja Jakarta.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama ini menegaskan komitmen bersama UNJ, Disnakertransgi DKI Jakarta, dunia usaha, dan berbagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif, produktif, dan berdaya saing. Melalui sinergi yang mencakup pendidikan, pelatihan, penelitian, magang, hingga penguatan jejaring dunia kerja, kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan inovasi dan program nyata yang mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global sekaligus memperkuat kontribusi UNJ dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.