Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berkelas dunia dengan menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Invention and Innovation Competition (I3C) dan Innovation World Cup (IWC) 2026. Kegiatan internasional yang diselenggarakan bekerja sama dengan Malaysia Innovation, Invention, and Creativity Association (MIICA) ini resmi dibuka oleh Plh. Rektor UNJ, Prof. Ifan Iskandar, di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A UNJ, Jakarta, pada 3 Juni 2026.
Ajang bergengsi tersebut menjadi wadah bagi ribuan inovator muda, peneliti, akademisi, dan pelajar dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya terbaik mereka sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi internasional di bidang riset, teknologi, dan inovasi. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang membuktikan bahwa inovasi tidak lagi mengenal batas geografis dan menjadi bahasa universal dalam menjawab tantangan global.

Dalam sambutannya, Prof. Ifan Iskandar yang juga Wakil Rektor UNJ Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, forum internasional seperti I3C dan IWC tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang strategis untuk membangun persahabatan global, memperluas wawasan, serta menumbuhkan semangat kolaborasi lintas negara.
“Melalui pertemuan ini, generasi muda memiliki kesempatan untuk saling belajar, berinteraksi, dan mengembangkan keterampilan kewargaan global yang sangat dibutuhkan pada era digital saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis Andy Hadiyanto, mengungkapkan bahwa persiapan penyelenggaraan kegiatan ini telah dilakukan sejak hampir satu tahun lalu melalui koordinasi intensif dengan MIICA. Berbagai aspek, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga penyiapan dewan juri internasional dirancang secara matang untuk memastikan kualitas pelaksanaan kegiatan.
Menurut Andy, kehadiran lebih dari seribu peserta internasional di lingkungan kampus menjadi momentum penting bagi UNJ untuk memperkuat rekognisi global sekaligus memberikan pengalaman internasional yang berharga bagi dosen dan sivitas akademika yang terlibat sebagai juri maupun penyelenggara.

Ali Mukodas mewakili Nahdiana selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana melatih daya berpikir kritis, memecahkan masalah, dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta dapat menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan global.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Minister Councellor (Education) Embassy of Malaysia, Hasnul Faizal Hushin Amri. Ia menilai kolaborasi antara UNJ dan MIICA merupakan contoh nyata sinergi antarnegara dalam memajukan pendidikan, penelitian, dan inovasi. Menurutnya, tantangan global seperti perubahan iklim, transformasi digital, dan ketahanan ekonomi membutuhkan solusi yang lahir dari kerja sama lintas batas dan pemikiran kreatif generasi muda.
Senada dengan itu, Presiden MIICA, Ganesan Jeyabalan, menegaskan bahwa I3C dan IWC 2026 merupakan perayaan kreativitas tanpa batas yang berlangsung serentak di 16 negara. Ribuan inovator dari berbagai belahan dunia terhubung dalam satu gerakan global untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui penyelenggaraan I3C dan IWC 2026, UNJ tidak hanya menjadi tuan rumah kompetisi internasional, tetapi juga pusat lahirnya gagasan-gagasan inovatif yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs) dan teknologi masa depan. Kolaborasi strategis antara UNJ dan MIICA menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem riset unggulan, memperluas jejaring akademik global, serta mendorong terciptanya inovasi yang mampu menjawab tantangan masa depan dunia.