UNJ dan Pemkab Mappi Perkuat Sinergi Peningkatan Kualifikasi SDM dan Rintisan Sekolah Unggulan di Papua Selatan

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Prodi PPKn UNJ Berkolaborasi dengan Undiksha…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Reputasi Ilmu Sosial UNJ Menguat di THE WUR 2026, Tembus 12 Besar PTN Terbaik Nasional

UNJ Raih Peringkat 2 Besar LPTK Terbaik Nasional Versi THE WUR 2026 untuk Subjek Pemeringkatan Bidang Ilmu Sosial

THE WUR 2026 Rilis Subjek Pemeringkatan Bidang Pendidikan, UNJ Masuk 7 Besar PTN Terbaik Nasional

Jakarta, Humas UNJ – Bertempat di Ruang VIP Gedung Rektorat, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Mappi (Pemkab Mappi), Provinsi Papua Selatan pada Rabu, 21 Januari 2026. Kunjungan ini dalam rangka diskusi penguatan kerja sama serta evaluasi program pendidikan yang tengah berjalan antara kedua belah pihak.

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Rektor UNJ, Prof. Komarudin, didampingi oleh para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas, para Dekan, serta pimpinan lembaga di lingkungan UNJ. Sementara itu, rombongan Pemkab Mappi dipimpin langsung oleh Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu.

Mengawali sambutannya, Rektor UNJ, Prof. Komarudin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemkab Mappi kepada UNJ dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Papua Selatan.

“Ini merupakan kebahagiaan bagi kami. UNJ memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk saudara-saudara kita di wilayah timur Indonesia. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan kualifikasi pendidikan guru, namun juga program-program intensif yang berdampak langsung pada kemajuan masyarakat Mappi,” ujar Prof. Komarudin.

Dalam arahannya, Prof. Komarudin menyoroti beberapa poin strategis untuk pengembangan kerja sama ke depan. Pertama, terkait rencana rintisan sekolah unggulan di Mappi. UNJ menyatakan kesiapannya untuk mendampingi, mengingat pengalaman UNJ dalam mengelola Labschool yang bereputasi. Kedua, perlunya branding program kerja sama agar lebih dikenal publik, salah satunya melalui visualisasi pada kendaraan operasional mahasiswa Mappi di Jakarta dan publikasi digital.

“Kerja sama ini harus memberikan manfaat yang terukur. Laporan kerja sama harus disajikan secara komprehensif agar terlihat dampaknya, bukan hanya bagi UNJ dan Mappi, tetapi bisa menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia,” tambah Rektor UNJ.

Sementara itu, Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas pendampingan UNJ terhadap mahasiswa asal Mappi, baik dalam proses akademik maupun pembinaan karakter selama di asrama.

“Kami berterima kasih kepada UNJ yang telah memberikan ruang dan mendampingi anak-anak kami. Kami menyadari adanya tantangan dalam adaptasi budaya dan karakter, namun kami berharap proses pendidikan di UNJ dapat mengubah pola pikir mereka untuk masa depan Mappi yang lebih baik,” ungkap Kristosimus.

Bupati Mappi juga memaparkan evaluasi dan rencana strategis tahun mendatang. Meski terdapat penyesuaian kuota penerima beasiswa akibat efisiensi anggaran daerah, Pemkab Mappi tetap berkomitmen melanjutkan pengiriman putra-putri daerah untuk mengisi kekurangan tenaga guru di berbagai bidang studi.

Fokus utama Pemkab Mappi ke depan adalah pembangunan fundamental pendidikan mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD). Bupati berharap UNJ dapat menjadi pelopor dalam merumuskan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak-anak asli Papua.

“Kami ingin membentuk anak Mappi cerdas dari dasar. Oleh karena itu, kami meminta bantuan UNJ untuk menyusun konsep ideal sekolah unggulan, mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, hingga standardisasi guru untuk PAUD dan SD di Mappi,” jelas Bupati.

Selanjutnya Dalam laporan evaluasi semester berjalan, Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan, memaparkan perkembangan signifikan dari 100 mahasiswa penerima beasiswa program ini.

Rahmat menjelaskan bahwa program ini diawali dengan proses seleksi ketat yang diikuti oleh 280 peserta putri. Dari jumlah tersebut, terpilih 100 putri terbaik Mappi yang kini menempuh pendidikan di tiga program studi, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 60 mahasiswa, Pendidikan Bahasa Inggris 20 mahasiswa, dan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) 20 mahasiswa.

Sebelum memasuki masa perkuliahan reguler, para mahasiswa menjalani serangkaian program matrikulasi yang komprehensif. “Kami tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembangunan karakter dan adaptasi budaya.” ungkap Rahmat.

Program tersebut meliputi Pendidikan Karakter dan Bela Negara (PEMBAKAR) yang bertujuan membentuk kedisiplinan dan nasionalisme, serta program “Jelajah Jakarta” untuk memperluas wawasan nusantara mahasiswa dengan mengunjungi ikon budaya seperti TMII dan Kota Tua. Di sisi akademik, matrikulasi dilakukan intensif untuk menyetarakan kompetensi dasar, seperti bahasa inggris dasar, matematika, dan literasi digital.

Kemudian, pada pertemuan ini juga dibahas capaian akademik mahasiswa Mappi yang dinilai baik berdasarkan hasil evaluasi studi Semester 123 tahun akademik 2025.

“Alhamdulillah, hasil studi menunjukkan adaptasi yang luar biasa. Di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Indeks Prestasi (IP) tertinggi mencapai 3,89. Sementara di PGSD, IP tertinggi tercatat di angka 3,82 dengan rata-rata kelas yang sangat kompetitif. Untuk prodi PTIK, meskipun menghadapi tantangan materi teknis, mahasiswa mampu meraih IP tertinggi 3,20,” papar Rahmat merujuk pada data laporan hasil studi.

Secara umum, rata-rata IP mahasiswa berada di angka 3,52 untuk PGSD, yang mengindikasikan bahwa mayoritas mahasiswa mampu mengikuti ritme perkuliahan di UNJ dengan baik.

Meski demikian, Rahmat tidak menampik adanya tantangan pada program ini. Berdasarkan asesmen psikologi, profil kemampuan mahasiswa didominasi oleh kebutuhan pendampingan khusus, sehingga UNJ menerapkan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan diferensiatif.

“Beberapa mahasiswa masih mengalami kendala dalam mata kuliah yang membutuhkan logika matematika dan kepercayaan diri dalam komunikasi bahasa Inggris. Untuk itu, kami telah menyiapkan strategi pendampingan akademik intensif, mentor sebaya, serta monitoring kehadiran yang ketat untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang tertinggal,” jelasnya.

Untuk menjaga momentum belajar selama libur semester, UNJ telah merancang proyek liburan bertajuk “Indonesia di Mata Kami Putri Mappi”. Proyek ini bertujuan mengembangkan soft skills dan literasi digital, di mana mahasiswa akan membuat buku digital (PDF interaktif) yang menceritakan keanekaragaman Indonesia dalam dua bahasa.

“Kerja sama ini bukan sekadar memberikan gelar sarjana, tetapi mencetak ‘Generasi Emas Mappi Cerdas dan Bermartabat’ yang siap membangun daerahnya,” tutup Rahmat.