Jakarta, Humas UNJ – Bertempat di Ruang VIP Gedung Rektorat UNJ, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman tentang penyelenggaraan pendidikan, pengkajian, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kelembagaan, pada Senin, 22 Juni 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Subbagian Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan, Bagian Pendidikan dan Rencana Strategis, Staf Sumber Daya Manusia Polri, Sri Andriyany, beserta jajarannya. Dari pihak UNJ, hadir langsung Rektor UNJ, Prof. Komarudin, didampingi para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Direktur Kerja Sama dan Bisnis, serta Kepala Pusat Kerja Sama Sekolah Pascasarjana UNJ.
Dalam sambutannya, Sri Andriyany, menyampaikan bahwa nota kesepahaman ini merupakan langkah awal yang penting dalam mewujudkan visi dan misi bersama antara Polri dan UNJ. Melalui kerja sama ini, kualitas SDM Polri diharapkan dapat meningkat, khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengkajian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kelembagaan.
Disampaikan pula bahwa Mabes Polri telah melaksanakan kerja sama sebanyak 79 (tujuh puluh sembilan) nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, kementerian/lembaga, BUMN, pihak donatur, dan pihak swasta. Nota kesepahaman antara Polri dan UNJ ini disebut sebagai bagian dari implementasi arahan Presiden Republik Indonesia dalam program Asta Cita, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan akses terhadap teknologi, sejalan dengan komitmen Polri mencetak SDM unggul untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dunia saat ini berubah dengan sangat cepat, di mana tantangan keamanan dan ketertiban tidak lagi hanya berupa kejahatan konvensional, melainkan turut mencakup ancaman siber hingga isu-isu sosial kompleks yang membutuhkan pendekatan multidimensi. Untuk menghadapi realitas tersebut, Polri disebutkan telah berkomitmen melakukan transformasi menuju Polri PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Berkeadilan). Namun, transformasi ini dinilai tidak dapat dicapai jika Polri berjalan sendiri, sehingga dibutuhkan mitra strategis yang memiliki kekuatan intelektual, inovasi, dan kedekatan dengan masyarakat. Dalam konteks ini, UNJ disebut memiliki peran vital sebagai leading university di bidang pendidikan, psikologi, dan ilmu pengetahuan sosial, yang menjadi jantung dari transformasi SDM Polri saat ini. Kerja sama ini diharapkan dapat menumbuhkan sinergi antara Polri dan UNJ dalam rangka peningkatan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi yang harmonis dalam menjawab tantangan pembangunan SDM, sains dan teknologi, serta pendidikan.
”Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UNJ yang telah berkomitmen memberikan kemudahan bagi personel Polri. Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini, kedua belah pihak diharapkan dapat menjaga komitmen kerja sama, membangun komunikasi, serta menindaklanjutinya dengan langkah-langkah konkret agar kerja sama dapat berjalan sesuai harapan dan memberikan kontribusi bagi kedua pihak. Ucapan penghargaan dan terima kasih juga disampaikan secara khusus kepada Rektor UNJ dan Kapolda Metro Jaya beserta jajaran atas kerja sama yang terjalin sehingga penandatanganan nota kesepahaman ini dapat terlaksana dengan baik.” pungkas Sri Andriyany.
Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyampaikan bahwa penandatanganan ini merupakan perpanjangan kerja sama nota kesepahaman antara UNJ dan Polri terkait penyelenggaraan pendidikan, pengkajian, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kelembagaan. Ia menyampaikan bahwa kerja sama antara UNJ dan Polri selama ini telah berjalan dengan baik, melalui berbagai kegiatan seperti pengujian, pembinaan SDM, serta kegiatan rutin lainnya.
Prof. Komarudin juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan kepada UNJ untuk turut mendukung program-program Polri. Ia menambahkan bahwa selain pendidikan dan pelatihan, terdapat sejumlah aspek kerja sama lain yang sifatnya praktis, termasuk dalam bidang pengkajian. Di akhir sambutannya, Prof. Komarudin menyampaikan harapan agar kerja sama yang konkret antara UNJ dan Polri dapat terus dilakukan dan dikembangkan ke depannya.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, UNJ dan Polri menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam berbagai bidang. Sinergi yang terjalin diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan kompetensi personel Polri, tetapi juga memperluas kontribusi akademik UNJ dalam menjawab berbagai tantangan sosial, teknologi, dan keamanan di era modern. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun SDM yang unggul, adaptif, dan berintegritas, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan institusi negara.