Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) jalin kolaborasi strategis dengan Telkomsel dalam rangka mengakselerasi penguatan ekosistem digital dan melahirkan generasi emas Artificial Intelligence (AI). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Telkomsel Smart Office, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, menyampaikan apresiasi atas kunjungan UNJ dan menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi wujud simbiosis mutualisme antara industri dan perguruan tinggi. Menurutnya, dukungan akademisi memiliki peran penting dalam pertumbuhan industri telekomunikasi nasional.
“Telkomsel tidak bisa berada pada posisi saat ini tanpa dukungan akademisi. Karena itu, kami ingin terus berkolaborasi dan berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan. MoU ini sangat strategis, mengingat UNJ memiliki lebih dari 36 ribu sivitas akademika serta jaringan Labschool yang potensial untuk pengembangan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, Telkomsel siap mendukung pengembangan smart campus, program bundling layanan digital, hingga optimalisasi solusi teknologi berbasis AI yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, dosen, dan siswa Labschool UNJ secara berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan Ditapradana, menekankan pentingnya kesiapan institusi pendidikan dalam mengadopsi AI secara bijak dan produktif. Ia menyebutkan bahwa di lingkungan industri, pemanfaatan AI telah difokuskan pada peningkatan produktivitas, efisiensi proses internal, serta kualitas layanan pelanggan.
“AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi instrumen strategis untuk mendorong transformasi. Pengalaman implementasi AI di Telkomsel akan kami bagikan untuk mendukung pembelajaran berbasis AI bagi siswa dan mahasiswa UNJ,” jelasnya.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai langkah konkret menjembatani kesenjangan antara percepatan teknologi dan kesiapan dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa UNJ memiliki program studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), Sistem Informasi, dan Ilmu Komputer yang relevan dalam pengembangan talenta digital.
“Kami menyadari perkembangan teknologi, khususnya AI, berjalan sangat cepat. Karena itu, kolaborasi dengan industri seperti Telkomsel menjadi kunci agar pendidikan tetap adaptif dan progresif,” ungkapnya.
Prof. Komarudin juga mengusulkan pembangunan Laboratorium AI di Labschool UNJ yang dirancang sebagai teaching factory berbasis industri. Laboratorium ini diharapkan menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, dan riset terapan AI bagi siswa maupun mahasiswa.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Wakil Rektor UNJ, para dekan, direktur, serta Kepala BPS Labschool UNJ sebagai bentuk komitmen institusi dalam memperkuat sinergi strategis dengan industri.
Rangkaian acara ditutup dengan kunjungan delegasi UNJ ke Network Operation Center (NOC) atau Vision, pusat kendali operasional Telkomsel, guna melihat langsung sistem pengelolaan jaringan dan layanan digital perusahaan.
Melalui kolaborasi ini, UNJ dan Telkomsel optimistis dapat memperkuat integrasi antara perguruan tinggi dan industri dalam mencetak sumber daya manusia unggul, adaptif, dan berdaya saing global di bidang teknologi digital dan kecerdasan artifisial, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital nasional.