UNJ dan Uijeongbu City Korea Selatan Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Mobilitas Internasional

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ dan Uijeongbu City Korea Selatan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Seminar Perencanaan Keuangan dan Investasi Cerdas Tandai Kerja Sama UNJ dan PT Pegadaian

FT UNJ Bersama PT Brexa Raya Indonesia Buka Peluang Magang Internasional Mahasiswa di Daihatsu Jepang

FT UNJ Bersama Satpol PP DKI Jakarta Gelar FGD untuk Bahas Penyempurnaan SOTK

FBS UNJ Bahas Peluang Mengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Australia

Soroti Inklusivitas dan Ketertinggalan Substantif Wujudkan SDGs 2030, Prodi Penmas FIP UNJ Gelar Studium Generale

JAKARTA, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menerima kunjungan Wakil Wali Kota Uijeongbu City, Korea Selatan, Kang Hyeon-Seok, beserta delegasi Pemerintah Kota Uijeongbu, Rabu (12/8/26). Pertemuan yang berlangsung di Ruang VIP Gedung Rektorat UNJ tersebut menjadi momentum penjajakan kerja sama di bidang pendidikan, khususnya pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing serta pengembangan program mobilitas akademik.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menggali informasi mengenai program pembelajaran Bahasa Indonesia yang diselenggarakan UNJ, termasuk kurikulum, waktu pelaksanaan, serta durasi program. Dalam pertemuan, kedua pihak juga mendiskusikan peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas antara UNJ dan institusi pendidikan tinggi di Uijeongbu City.

Kepala Kantor Urusan Internasional UNJ, Susilo, menjelaskan bahwa UNJ memiliki program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang terbuka bagi mahasiswa maupun peserta dari luar negeri. Program tersebut tersedia dalam tiga tingkatan, yakni dasar, menengah, dan lanjutan, dengan kurikulum yang mengacu pada standar Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

“UNJ memiliki kelas Bahasa Indonesia untuk mahasiswa dari luar negeri, mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga lanjutan. Waktu pelaksanaannya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan peserta atau mitra,” ujar Susilo.

Menurutnya, UNJ terbuka untuk menerima mahasiswa maupun peserta dari Uijeongbu City yang ingin mempelajari Bahasa Indonesia. Kantor Urusan Internasional UNJ juga siap membantu proses administrasi bagi peserta internasional, termasuk proses pendaftaran dan kebutuhan visa belajar untuk mengikuti program BIPA.

“Kami sangat terbuka bagi mahasiswa atau peserta dari Uijeongbu yang ingin belajar Bahasa Indonesia di UNJ. Nantinya mereka dapat mendaftar melalui International Office UNJ dan kami akan membantu prosesnya, termasuk kebutuhan visa belajar untuk mengikuti program BIPA,” katanya.

Lebih lanjut, Susilo menyampaikan bahwa kerja sama antara UNJ dan Uijeongbu City dapat dikembangkan tidak hanya pada pembelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga mencakup berbagai program akademik. Menurutnya, pembentukan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dapat menjadi langkah strategis untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

“Kalau memungkinkan, kami juga ingin menawarkan kerja sama melalui MoU dengan Uijeongbu City. Dengan adanya MoU, kesempatan kerja sama dapat menjadi lebih luas, tidak hanya belajar Bahasa Indonesia, tetapi juga membuka peluang bagi universitas di Uijeongbu untuk bekerja sama dengan UNJ,” tutur Susilo.

Sejumlah bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan antara lain student mobility, lecture exchange, joint degree, visiting professor, hingga summer camp. Program-program tersebut dinilai dapat memberikan ruang bagi mahasiswa dan dosen dari kedua negara untuk memperoleh pengalaman akademik, memperluas jejaring internasional, serta mengenal lingkungan pendidikan dan budaya masing-masing.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Uijeongbu City, Kang Hyeon-Seok, menyampaikan apresiasinya atas sambutan UNJ. Ia mengatakan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh pemahaman lebih lanjut mengenai program Bahasa Indonesia yang ditawarkan UNJ, khususnya terkait kurikulum, waktu pelaksanaan, dan durasi program.

“Saya senang bisa berada disini. Kami datang untuk mengetahui lebih jauh mengenai kurikulum program Bahasa Indonesia, termasuk kapan program dapat dimulai dan berapa lama durasinya,” ujar Kang Hyeon-Seok.

Ia juga menyampaikan bahwa Uijeongbu City memiliki tiga universitas yang berpotensi untuk terlibat dalam pengembangan kerja sama dengan UNJ. Menurutnya, peluang kolaborasi antara perguruan tinggi di Uijeongbu dan UNJ dapat dibahas lebih lanjut untuk menentukan bentuk program yang sesuai bagi kedua pihak.

“Di Uijeongbu terdapat tiga universitas. Mungkin ke depannya kita dapat mendiskusikan lebih lanjut program kolaborasi yang dapat dilakukan bersama,” katanya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi UNJ dan Pemerintah Kota Uijeongbu untuk mengidentifikasi bentuk kerja sama yang lebih konkret. Selain penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi peserta dari Korea Selatan, kerja sama ke depan berpotensi mencakup mobilitas mahasiswa dan dosen serta program akademik bersama antara UNJ dan perguruan tinggi di Uijeongbu City.

Melalui penjajakan tersebut, UNJ terus memperluas jejaring kerja sama internasional dengan mitra dari berbagai negara sebagai bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi dan membuka lebih banyak kesempatan akademik bagi sivitas akademika.