UNJ Dipercaya Susun Kajian Model Pembelajaran Transformatif Perguruan Tinggi di Indonesia oleh Ditjen Saintek Kemdiktisaintek

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Jadi Pelopor dalam Pendidikan Bisnis Digital…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Kunjungi UNJ, BNN Ajak Kolaborasi Perkuat Pencegahan Narkotika di Lingkungan Pendidikan

Konsistensi Inovasi dan Publikasi Angkat UNJ ke Peringkat 2.148 Dunia dan 32 Nasional Versi Webometrics 2026

Perkuat Jejaring Global Calon Guru, FBS UNJ Sambut Delegasi Internasional SEA Teacher Batch 11 Tahun 2026

Teguhkan Kebersamaan dalam Semangat Idulfitri, UNJ Gelar Halalbihalal

Perkuat Kolaborasi Lintas Kampus, Dekan FT UNJ Hadiri Rakernas Forum Dekan Teknik Se-Indonesia

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali memperkuat kiprahnya dalam pengembangan pendidikan tinggi nasional. Pada Kamis, 2 Oktober 2025, Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Saintek Kemdiktisaintek). Kegiatan ini berlangsung di Gedung D, Lantai 10, Kemdiktisaintek. Dalam penandatanganan tersebut, Rektor UNJ turut didampingi oleh tiga Wakil Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNJ.

Melalui kerja sama ini, UNJ secara resmi ditunjuk untuk melakukan kajian model pembelajaran transformatif di perguruan tinggi, khususnya AI dan Biologi, yang nantinya akan menjadi dasar penyusunan pedoman pembelajaran transformatif di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ menyampaikan bahwa penunjukan UNJ merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab strategis untuk menghadirkan terobosan pendidikan tinggi yang relevan dengan tuntutan zaman.

“UNJ berkomitmen penuh untuk mengembangkan model pembelajaran transformatif yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga berorientasi pada pembentukan karakter, etika, integritas akademik, dan yang paling utama membangun kecerdasan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai tujuan nasional. Kami berharap kajian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi arah kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Prof. Komarudin.

Sementara itu, Aip Badrujaman selaku Dekan FIP UNJ menekankan pentingnya sinergi antara penelitian akademik dan kebutuhan praktis pendidikan.

“Kajian ini akan melibatkan dosen, peneliti, dan praktisi pendidikan, sehingga hasilnya dapat aplikatif sekaligus berlandaskan pada kajian ilmiah yang kuat. FIP UNJ siap menjadi pusat pengembangan pembelajaran transformatif dengan mengedepankan inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan,” jelas Aip Badrujaman.

Kerja sama strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi UNJ sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan, sekaligus mendukung visi Kemdiktisaintek dalam mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berorientasi global.