UNJ Gelar Kampanye Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2025

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Tutup PKKMB 2025, Lebih dari…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Pembekalan Keprotokolan Duta UNJ untuk Meningkatkan Profesionalisme Representasi Universitas

Perkuat Link and Match, FPsi UNJ Gelar Employer Meeting untuk Siapkan Lulusan Psikologi Future Ready

Monitoring Awal Program EQUITY, UNJ Tegaskan Komitmen Akuntabilitas dan Dampak Internasional

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Jakarta, Humas UNJ-Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) yang jatuh pada 9 Desember, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan kampanye anti korupsi dengan tema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi”.

Kegiatan ini ditandai dengan pemasangan papan aspirasi yang berisi pesan-pesan anti korupsi dari sivitas akademika UNJ sejak tanggal 1 Desember 2025 di depan Gedung Dewi UNJ Sartika. Papan tersebut dipenuhi dengan puluhan sticky notes berwarna-warni yang memuat komitmen, harapan, dan ajakan untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih dari praktik korupsi.

Pada kesempatan ini, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ menegaskan bahwa peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia merupakan momen penting untuk memperkuat komitmen kolektif dalam membangun budaya integritas di lingkungan perguruan tinggi.

“Korupsi adalah musuh bersama yang merusak sendi-sendi keadilan, kepercayaan, dan masa depan bangsa. Kampus memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya mencetak insan cerdas, tetapi juga insan yang berkarakter, jujur, dan berintegritas. Melalui kampanye ini, UNJ ingin menegaskan bahwa perang terhadap korupsi dimulai dari diri sendiri dan dari hal-hal kecil di lingkungan terdekat,” tegas Prof. Komarudin.

Ia juga menekankan bahwa gerakan antikorupsi di kampus tidak boleh bersifat seremonial semata, melainkan harus menjadi nilai yang hidup dalam praktik akademik, pelayanan, pengelolaan anggaran, serta seluruh aktivitas kelembagaan.

“UNJ berkomitmen terus memperkuat sistem tata kelola yang transparan, akuntabel, dan bersih. Kami berharap mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dapat menjadi garda terdepan dalam membangun Indonesia yang bebas dari korupsi,” pungkasnya.

Sementara itu Prof. Suyono selaku Sekretaris Universitas mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seluruh civitas akademika terhadap bahaya korupsi dan pentingnya integritas.

“Kami ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama menolak segala bentuk korupsi, mulai dari hal kecil di lingkungan kampus,” ujar Prof. Suyono.

Hari Anti Korupsi Sedunia diperingati setiap tahun sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan global pemberantasan korupsi. UNJ melalui kegiatan ini berharap dapat menanamkan nilai kejujuran dan transparansi kepada seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.