Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia–Korea Higher Education Forum (IKHEF) 2025 yang berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025, di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Raden Dewi Sartika, Kampus UNJ.
Forum ini merupakan hasil kolaborasi antara UNJ, Beasiswa Korea, dan Stuvisor, serta mendapat dukungan dari Sejong University. Rangkaian kegiatan IKHEF 2025 meliputi keynote speech, sesi matchmaking dan networking, lokakarya pendaftaran beasiswa, serta pameran dan stan konsultasi pendidikan.
Sesi keynote diisi oleh Dimas Harris (Founder Beasiswa Korea), Joshua (perwakilan Sejong University), dan Susilo (Kepala Kantor Urusan Internasional UNJ).
Mengawali kegiatan, CEO Stuvisor, Mr. Ocean Yang, menekankan pentingnya kolaborasi erat antara Indonesia dan Korea Selatan. Menurutnya, kedua negara memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama strategis di bidang pendidikan.

“Kami berkomitmen mendukung inisiatif yang memperkuat hubungan Indonesia–Korea Selatan, khususnya dalam pengembangan pendidikan, pertukaran pelajar, riset bersama, dan transfer teknologi. Forum ini diharapkan menjadi platform efektif untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik di pendidikan tinggi,” ujar Ocean Yang.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri guna mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global. Kolaborasi antara universitas dan Stuvisor, menurutnya, dapat menjembatani kesenjangan antara kurikulum akademik dan kebutuhan dunia kerja, sehingga menghasilkan lulusan dengan keterampilan dan kompetensi yang relevan, baik di Indonesia maupun Korea Selatan.
Sementara itu, Dimas Harris menyampaikan harapannya agar forum ini menjadi jembatan yang memperkuat hubungan pendidikan antara kedua negara. Ia juga mengapresiasi partisipasi seluruh peserta, baik dari kalangan universitas maupun lembaga mitra.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, dalam sambutannya menyambut hangat para delegasi dari Korea Selatan dan seluruh peserta forum.
“Kita perlu menggali potensi kolaborasi riset, pertukaran pelajar, dan pengembangan kurikulum bersama. Dengan saling berbagi keahlian dan pengalaman, kita dapat memperkuat kapasitas institusi pendidikan di kedua negara,” ujarnya.

Ia berharap IKHEF 2025 menjadi langkah awal yang produktif dalam memajukan pendidikan Indonesia–Korea, melahirkan inovasi dan solusi atas tantangan global, serta membangun jembatan pengetahuan demi masa depan pendidikan yang lebih baik.
