JAKARTA, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjajaki peluang kerja sama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Aljazair untuk memperluas jejaring akademik dan internasionalisasi perguruan tinggi. Penjajakan tersebut dibahas dalam kunjungan First Secretary Kedutaan Besar Aljazair, Selma Harrouche, ke UNJ, Selasa (11/8/26).
Kunjungan berlangsung di Ruang VIP Gedung Rektorat UNJ dan diterima Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Kerja Sama UNJ, Andy Hadiyanto. Pertemuan tersebut membahas profil dan program unggulan UNJ serta sejumlah kemungkinan kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama perguruan tinggi di Aljazair.
Andy mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pihak Kedutaan Besar Aljazair untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai UNJ. Informasi tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada pemangku kepentingan di Aljazair sebagai bahan untuk mengidentifikasi bentuk kerja sama yang sesuai.

“Beliau ingin mendapatkan data tentang kampus secara detail dan setelah itu beliau akan menyampaikan informasi-informasi ini kepada para pihak di sana sehingga bisa menginisiasi bentuk-bentuk kerja sama yang lebih luas lagi dengan kita,” ujar Andy.
Salah satu bentuk kerja sama yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah program mobilitas akademik. Skema itu mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa antara UNJ dan perguruan tinggi di Aljazair.
“Skema mobility bagaimana dosen-dosen mereka dan dosen-dosen kita bisa bertukar mengajar. Begitu juga mahasiswa, mahasiswa untuk bertukar belajar,” kata Andy.
Menurut Andy, kerja sama dengan perguruan tinggi di Aljazair sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi sivitas akademika UNJ. Sejumlah dosen UNJ telah memiliki jejaring dengan perguruan tinggi di negara tersebut melalui berbagai kegiatan akademik.
Kolaborasi yang telah dilakukan antara lain pengabdian kepada masyarakat di bidang wisata halal serta kerja sama publikasi ilmiah. Jejaring tersebut dinilai dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan kerja sama yang lebih terstruktur antara UNJ dan institusi pendidikan tinggi di Aljazair.
Andy berharap penjajakan kerja sama ini tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat berkembang menjadi program akademik yang memberikan manfaat bagi kedua pihak. Pertukaran dosen dan mahasiswa, menurut dia, dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus mengenalkan perkembangan keilmuan dan teknologi dari kedua negara.
Selain mobilitas akademik, bidang yang berpotensi dikembangkan mencakup teknologi, kecerdasan artifisial (AI), keamanan siber, ilmu humaniora, serta olahraga.
“Harapannya tentu kerja sama ini dapat memperkaya pengalaman dan wawasan kedua pihak, termasuk dalam penguasaan teknologi, AI, cyber, humaniora, dan olahraga,” ujar Andy.
Penjajakan dengan Kedutaan Besar Aljazair tersebut menjadi bagian dari upaya UNJ memperluas kerja sama internasional dengan perguruan tinggi dan institusi di berbagai negara. Kerja sama diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi sivitas akademika UNJ untuk terlibat dalam kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran pengetahuan lintas negara.